Berkunjung ke Tiongkok, WNI Ini Tersedak Melihat Aktivitas Masyarakatnya

Taman di Shanghai (facebook/Philips Vermonte)

Terkini.id – Tiongkok merupakan negara dengan perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Bahkan, diprediksi Tiongkok bakal menjadi negara terbesar di atas Amerika.

Salah seorang netizen, Philips Vermonte, menceritakan pengalamannya selama di Tiongkok, Selasa 31 Juli 2018.

Begini tulisannya:

Taman di Shanghai (facebook/Philips Vermonte)

“Ini tempat saya menginap dalam conference di Shanghai ini. Di depan lobi, ada sebidang tanah ini, sepertinya luasnya kurang lebih 100 meter persegi maksimal.

Saya mau cerita. Kemarin waktu jalan sehabis breakfast dari bungalow sebelah, tanah ini ndak ada isinya, kosong melompong. Saya lihat ada 10 orang pekerja berdiri semacam berbaris mulai mengerjakan tanah ini. Mereka bongkar dengan pacul bergerak secara metodik.

Waktu lunch, lewat tanah ini lagi sudah rapi. Pasang rumput dan tanaman. Bekerja cepat dan sangat efisien. Ini mikroskop buat saya, memahami bagaimana Cina membangun begitu cepat dua puluh tahun terakhir, sudah jadi ekonomi nomor dua di dunia, melampaui negara-negara Eropa, Jepang dan Korea. Kurang dari lima tahun lagi sudah melampaui Amerika. Beberapa estimasi malah menyebutkan bahwa mereka sudah melampaui Amerika.

They come at us fast. Juga to the world. Setahun lalu saya coba naik high speed train mereka dari Beijing ke Tianjin, ratusan kilometer. 90 menit.

Bukan kecepatannya yang bikin saya tersedak. Yang bikin tersedak adalah apa yang saya lihat sepanjang jalan. Crane berdiri sepanjang jalan dari Beijing ke Tianjin, mungkin ratusan. Sedang membangun. Gedung-gedung dan lainnya. Kemarin dari bandara Shanghai ke kota, sama juga. Crane masih banyak berjajar, membangun macam-macam.

Dulu Jepang juga begitu. Pekerja keras dan disiplin. Habis luluh lantak kena bom atom, berdiri tegak lagi menjadi ekonomi yang sangat kuat, 20 tahun.

Jangan salah. Bangsa kita juga pekerja keras. Petani kita juga model mereka yang mengerjakan sebidang tanah tadi. Ke sawah pagi, sore pulang kulit hitam legam.

Yang malas mungkin kita, orang kota. Juga kelas menengah bergaya priyayi. Birokrasi bikin sulit, orang mau maju dan gerak cepat, dihambat. Perizinan dibuat rumit, kesalahan dicari-cari, lalu paksa buat damai. Bribery. Pegawai masuk kantor jam 8, jam 2 sudah habis energi minta pulang.

Bukan berarti China, atau Jepang, atau Amerika, atau Eropa nggak ada kelemahan. But they know what they are doing.”

Berita Terkait
Komentar
Terkini