Berniat ke Tanah Suci, ibu ini malah mendarat di Polres Barru

Calon jamaah umroh yang gagal diberangkatkan oleh PT Shafamarwah Mulia Utama

Terkini.id, Barru – Pasca Penangkapan Pemilik Perusahaan PT Shafamarwah Mulia Utama, dr Lukman Jamaluddin, yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa umrah, sejumlah wargapun mulai melaporkan kerugian dirinya dalam kasus tersebut.

Seperti warga dari Kabupaten Pangkep, Fitri, mengaku dirinya tertipu oleh perusahaan jasa umrah tersebut sampai Rp 20,5 juta, yang mana kerugian tersebut sendiri dia bayarkan secara bertahap kepada perusahaan tersebut.

“Jadi kita dp dulu Rp 10 juta kemudian.setelah itu kita diminta untuk melunasi dari jumlah awal yang diajukan oleh pihak perusahaan,”katanya.

Jadi kan itu setelah kita bayar dpnya dan kemudian kita bayar bertahap selanjutnya, itu awalnya dia mengatakan ini merupakan promo, dengan total biaya umrah itu Rp 17,5 juta, jadi bukan sebenarnya Rp 20,5 juta.

“Jadi itu sebenarnya biaya awalnya Rp 17,5 juta dengan alasan kalau itu merupakan promo, namun tiba-tiba pihak perusahaan meminta untuk ditambahkan menjadi Rp 20,5 juta, sehingga kami kemudian tambahkan dengan alasan ada biaya administrasi lain yang perlu ditambahkan,”ungkap dia.

Baca :Plt Walikota Makassar buka Umroh Expo di TSM

Fitri, menuturkan, kalau dia percaya  karena sudah banyak yang berangkat sehingga dengan adanya promo tersebut kemudian dia mengaku tergiur dan mendaftarkan orang tua dan mertuanya untuk diberangkatkan umrah.

“Karena saya melihat sudah ada yang diberangkatkan jamaah termasuk beberapa teman dan kenalan saya itu sudah diberangkatkan, namun tiba-tiba kejadiannya begini, jadi teman saya itu sudah ada yang berangkat, sejak 24 Februari, ,”pungkasnya.

Diapun menjelaskan, kalau pada 10 Maret ini ada sebanyak 40 jamaah yang rencananya di berangkatkan, tapi hari ini batal untuk berangkat. “ada 40 orang dari beberapa daerah yang akan diberangkatkan,”jelasnya.

Diapun berharap agar pihak pengelola cukup mengembalikan uang miliknya dan tidak mau lagi menggunakan travel miliknya.

“Saya harap agar pihak travel bisa memgembalikan uang yang sudah dipungut dan kami tidak mau lagi menggunakan travelnya,karena takutnya setelah kita tiba di Madinah nanti tidak ada lagi penginapan dan transfort bisa bermasalah lagi buat kita,”tuas Fitri.

Salah satu Jamaah, Nurhayari Page, mengungkapkam kalau niat sucinya ini justru kandas di kantor Polisi, padahal kerinduannya ke madinah masih dia sangat rindukan tapi justru semuanya kandas dengan persoalan ini.

Baca :Hari ini, Dirjen PHU Kemenag RI bakal buka pameran Haji dan Umrah di Mal Ratu Indah

“Niatnya maunya mendarat di Madinah juatru malah mendarat di Polres Barru, yah mungkin takdir belum menginginkan saya betangkat kali ini,”terang dia.

Diapun mengaku, sangat tertarik dengan umrah karena murah sekali, baru sudah ada orang yang berangkat apalagi waktu menunggunya tidak terlalu lama.

“Tapi memang ini sudah beberapa kali kita di janji, mulai tanggal 8 Februari, kemudian tanggal 28 februari, dan terakhir ini tanggal 10 Maret,”jelasnya.

PenulisAna Ridwan