Jadilah bagian dari Kolomnis makassarterkini
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis makassarterkini.

Berpacu dengan waktu

Terkini.id – Pernahkah mendengar ungkapan waktu adalah uang? Ungkapan ini ada benarnya dan juga ada tidak benarnya (saya tidak pakai istilah salah). Benar, jika itu dimanfaatkan dengan baik, dan tidak benar jika itu disia-siakan.  Dus, tergantung bagaimana memanfaatkannya.

Kadang sebagian orang suka mengeluh tidak punya waktu dan menjadikan alasan pekerjaan atau tugas yang diberikan kepadanya tidak selesai. Tetapi coba berikan banyak waktu kepada orang tersebut  juga belum tentu pekerjaannya beres. Mengapa?

Ketika banyak waktu luang, orang akan cenderung bergabung dengan kelompok yang bernama gapatar (gabungan apa-apa entar, entar!). Suka menunda waktu! Jika waktu sudah mepet atau kepepet biasanya baru action. Padahal hasilnya pasti tak akan yang terbaik.

Dalam kehidupan, pada dasarnya Tuhan memberikan waktu yang relatif sama (saya sebut relatif karena umur manusia tidak sama) kepada umatnya. Yaitu 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 12 bulan setahun akan tetapi tingkat kesuksesan bisa berbeda sangat jauh

Sebagian orang meraih sukses, baik dalam karier maupun kehidupan dalam arti luas. Sebagian lagi ada di kelompok rata-rata dan sebagian mengalami kegagalan.  Ada orang yang kelihatan santai tapi berhasil dan ada yang sudah bekerja keras namun jauh dari harapan.

Baca :Betapa baiknya Tuhan

Kuncinya ada pada manajemen waktu. Orang dengan kemampuan pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) yang sama bisa meraih sukses yang berbeda jika yang satu lebih baik dalam hal manajemen waktu. Lalu, bagaimana membuat manajemen waktu?

Pertama, mari kita buat perencanaan meskipun sederhana. Tanpa perencanaan, semua hal akan berjalan mengalir seperti air dan kita tidak tahu akan kemanakah air itu : mengalir menjadi air minum, masuk persawahan untuk mengairi tanaman padi atau terbuang percuma masuk got rumah-rumah yang berbau busuk. Sayang jika hidup dibiarkan mengalir percuma.

Untuk kegiatan apapun dan untuk organisasi apapun, perencanaan  sangat penting agar sesuatu berhasil on the track. Tanpa perencanaan adalah identik dengan merencanakan kegagalan. Mengapa? Dengan perencanaan matang saja kadang gagal, apalagi tidak!

Kedua, dari sekian banyak rencana yang ada selanjutnya dibuatkan skala prioritas. Mulai yang paling penting, penting dan kurang penting. Jika kita menganggap semua hal sama pentingnya, ujung-ujungnya justeru kita tidak bisa melakukan apa-apa karena bingung.

Baca :Mengapa orang gila suka tersenyum atau tertawa sendiri?

Kita tidak mungkin menjadi sempurna yang bisa melakukan semuanya, tetapi yang bisa dilakukan adalah menjadi lebih baik. Dengan menetapkan prioritas, pekerjaan bisa terarah dan satu per satu dapat diselesaikan dengan lebih baik.

Ketiga, mengawal pelaksanaan atas perencanaan dan skala prioritas yang telah dibuat.  Hindari menunda pekerjaan penting yang dirasa sulit atau kurang disukai. Bagaimanapun, menunda pekerjaan adalah menciptakan masalah, apalagi setelah itu banyak masalah baru.

Dalam mengawal pekerjaan tersebut menuntut adanya disiplin diri.  Kadang orang salah mengalokasikan waktunya. Saatnya bekerja malah banyak ngobrol atau bermain gadget. Karenanya waktu istirahat malah dipakai untuk mengerjaan pekerjaan yang belum beres. Waktu istirahat bisa terganggu yang gilirannya mengganggu kesehatan dan konsentrasi

Kita harus adil terhadap waktu. Waktu untuk bekerja, beristirahat dan bersenang-senang. Adil waktu untuk pekerjaan, untuk keluarga dan untuk mengembangkan hobi. Hidup hanya sekali, jangan sampai waktu habis untuk bekerja saja. ’Gila kerja’ itu kurang baik, apalagi menjadi gila beneran karena pekerjaan. Kasihan keluarga dan orang-orang tercinta…

Baca :Penting tidak pentingnya meeting

Nabi Muhammad mengatakan, jika hari ini lebih baik dari kemarin disebut orang yang beruntung, hari ini dan kemarin sama saja termasuk orang yang merugi, sedangkan jika hari ini lebih buruk dari  kemarin maka termasuk golongan orang yang celaka.

Kita akan terus berpacu dengan waktu yang tak pernah mau menunggu karena waktu akan terus berlalu. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung yang dapat memanfatkan waktu dengan baik dan bermakna bagi orang lain. Salam GrowinG!

(Instagram: penyair_finansial/Slamet Ristanto dan Twitter: Penyair Finansial @SlametRistanto)

Tulisan ini adalah kiriman dari kolumnis makasar terkini, isi dari tulisan ini adalah tanggungjawab penulis yang tertera, tidak menjadi bagian dan tanggungjawab redaksi makassar.terkini.id
Editor : Hasbi Zainuddin

Komentar

  • Kontak Informasi Makassarterkini
  • Redaksi: redaksi@makassarterkini.com
  • Iklan: iklan@makassarterkini.com