Mereka Bersahabat, Prabowo Lebih Mendengar Sahabatnya Daripada Anda

Jokowi
Presiden Jokowi bertemu Prabowo di MRT. (Foto: Kompas)

“YANG bawa Jokowi dari Surakarta ke Jakarta itu saya. Saya yang minta Bu Mega,” ucap Prabowo.

Tetapi sebetulnya yang pertama mengajak Jokowi ikut berkompetisi Pilgub DKI adalah Jusuf Kalla ( JK).

Kala itu, Jokowi bilang via telepon “Saya nggak punya duit. ”

“Itu gampang, nanti saya bicara sama Bu Mega,” kata JK.

Hubungan Megawati dengan JK dan Prabowo memang mesra. JK pernah jadi menteri era kabinet Megawati. Prabowo pernah jadi Cawapres tahun 2009 bersama Megawati.
Secara pribadi hubungan Taufik Kiemas, suami Megawati dengan Prabowo sangat baik. Pernah Prabowo ada masalah di Swiss enggak bisa pulang.

Taufik Kiemas bantu dengan mengirim pesawat sewaan ke Swiss. Bahkan memberikan Passpor baru kepada Prabowo dengan menghubungi LBP yang ketika itu Dubes RI di Singapore.

Jadi wajar saja kalau sampai Prabowo dan JK mengusulkan ke Megawati agar Jokowi jadi Cagub DKI. Karena Prabowo dan JK tahu bahwa Jokowi itu aset PDIP. Dan sebagai sahabat mereka ikut membantu Mega melontarkan Jokowi ke panggung Politik nasional.

PDIP itu bukan partai totaliter. PDIP itu partai kader. Walau Megawati punya otoritas besar sebagai Pimpinan Partai, namun sistem demokrasi di partai sangat dijaga.

Ada syarat ketat untuk seseorang bisa lolos jadi Kepala Daerah. Apalagi untuk jabatan Gubernur DKI. Dan harus diingat bahwa Jokowi bukanlah elite partai di tingkat pusat.

Dia hanya pengurus partai tingkat DPC Surakarta. Pertimbangan dewan Pimpinan Pusat dan Daerah Jawa Tengah harus dipertimbangkan.

Megawati fokus kepada mekanisme partai. Ini penting agar lahir keputusan kolektif. Sehingga mesin partai dapat dioptimalkan. Namun, rekomendasi Prabowo dan JK itu penting bagi Megawati.

Proses internal PDIP pun berjalan untuk memilih Cagub DKI. Nama Jokowi masuk nominasi calon yang akan diusung. Bagaimana sampai nama Jokowi masuk nominasi secara resmi di PDIP? itu berkat Almarhum Taufik Kiemas ( TK) yang meyakinkan DPP PDIP dan Megawati agar Jokowi masuk nominasi.

Itu mungkin karena kedekatan Taufik Kiemas dengan Prabowo. Pertemuan pribadi antara keluarga mega dan PS sering terjadi. PS bisa kapan saja datang kerumah Megawati untuk makan siang dengan menu yang dimasak sendiri oleh Megawati.

Hanya saja baik Prabowo maupun JK tidak pernah menyangka bila akhirnya PDIP memilih Jokowi maju dalam kompetisi Capres.

Tiga bulan Jokowi jadi Gubernur DKI, JK sempat gusar ketika ditanya presenter TV soal wacana Jokowi calon presiden.

JK sempat berujar, “Siapa bilang? Jokowi tidak punya pengalaman. Dia kan gubernur DKI, pengalamannya lewat wali kota Solo. Tapi jangan tiba-tiba karena dia terkenal di Jakarta, tiba-tiba dicalonkan presiden, bisa hancur negeri ini, bisa masalah negeri, tapi kalau sukses di DKI, ya silakan,” kata JK di video berdurasi 3 menit 38 detik itu.

“Biarlah dulu dia fokus sebagai Gubernur DKI. Jangan tiba-tiba dicampur aduk, nanti negeri ini tidak punya nilai, nanti kacau negeri ini,” tambahnya. Tentu JK punya agenda sendiri untuk Pilpres.

Prabowo juga tidak bisa menerima wacana Jokowi jadi Capres. Karena Prabowo masih ingat dengan janji Megawati akan mendukungnya jadi Capres bila bersedia jadi Cawapres Megawati tahun 2009.

Akan tetapi, kepada JK, Megawati lebih mudah bicara dan akhirnya JK setuju mendukung Jokowi, bahkan bersedia menjadi Cawapres Jokowi tahun 2014.

Prabowo memilih jalan berbeda. Maju berhadapan dengan Jokowi-JK yang diusung PDIP. Walau Golkar akhirnya gagal diyakinkan JK untuk mendukung PDIP mengusung Jokowi.
Megawati mempercayakan dan menghormati JK untuk mendamping Jokowi. Mengapa? Itulah TRUST!

Setelah Taufik Kiemas wafat, JK memang jadi sahabat terbaik bagi Megawati dalam membuat kebijakan politik berskala nasional. Termasuk bagaimana PDIP bersikap terhadap Pilgub DKI yang akhirnya memenangkan Anies yang didukung oleh JK. Mengapa? karena JK punya akses ke semua pengusaha di Indonesia.

JK punya akses ke semua ormas islam. Disegani di semua pimpinan partai. Akses ini sangat penting bagi Megawati untuk melancarkan agenda Nawacita PDIP dalam mendukung pemerintahan Jokowi, termasuk mengantarkan Jokowi dua periode.

Dalam Pilpres, JK jadi Ketua Dewan Penasehat Tim Pemenangan Jokowi – Ma’ruf. Ketika hasil MK keluar menolak gugatan Prabowo, Jk juga meminta kepada Prabowo untuk menghormati keputusan MK dan hentikan semua kegaduhan politik. Prabowo mendengar JK dan patuh.

Kalau Jokowi mengatakan bahwa Prabowo adalah seorang sahabat, kawan, maka itu sebetulnya ditujukan kedekatan antara Megawati, Prabowo dan JK.

Walau politik kadang begitu keras, namun secara pribadi antara Megawati dengan Prabowo sangat baik. Mereka tentu sering berdiskusi via telp. Hubungan Prabowo dan JK juga sangat baik. Mereka bertiga bersahabat. Kalau salah satu sulit bicara maka salah satunya membantu menengahi.

Yang pasti di antara mereka bertiga, kalau dalam situasi genting, mereka akan menghilangkan semua sekat diantara mereka, utamakan persahabatan demi NKRI.

Makanya kita orang awam kadang lucu menganggap Prabowo bermusuhan dengan Jokowi.

Dan lebih condong kepada anda dari kelompok pejuang syariah islam. Engga begitu. Anda mengenal dan mendukung Prabowo karena alasan pragmatis. Begitu pula anda membenci Jokowi karena alasan pragmatis politik.
Sementara hubungan Megawati dan Prabowo itu adalah persahabatan, keduanya pernah saling berhutang yang enggak mungkin dibayar dengan uang. Bagaimanapun Prabowo lebih mendengar sahabatnya daripada anda. Persahabatan itu dibuktikan dengan waktu, dan mereka sudah melewati itu.

Nah bagi kita rakyat awam, mari lupakan semua perbedaan. Pemilu sudah usai. Cebong dan Kampret, removed.

Mari kita bersama sama jadi oposisi pemerintah, dengan memberikan kritik membangun. Agar secara moral Jokowi punya kekuatan berhadapan dengan statusquo dan oligarki politik. Ya, kita oposisi terhadap oligarki politik..

https://culas.blogspot.com/2019/07/mereka-bersahabat.html

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN