Bertambah 24 Orang Positif Covid-19 di Makassar, Gegara Sering Ngumpul dan Tidak Pakai Masker

Sejumlah pengendara motor yang tidak menggunakan masker diberhentikan oleh Satgas Covid-19 kota Makassar, di Jalan Tamalate I, Kamis 30 April 2020.

Terkini.id — Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dokter Muhammad Ichsan Mustari memaparkan, ada tambahan 56 orang positif Covid-19 di Sulsel, Jumat 31 April 2020.

Dari data itu, ada 24 orang positif covid-19 berada di Kota Makassar. Ada juga Gowa 4 orang , Maros 1 orang, Parepare 2 orang, Bulukumba 2 orang, Luwu Timur 9 orang, Sinjai 6 orang, Selayar 2 orang, Bone 1 orang, Soppeng 1 orang, takalar 1 orang, Pangkep 1 orang, Jawa timur 1 orang dan Papua 1 orang.

Angka tersebut masih menunjukkan bahwa ibu kota Provinsi Sulsel itu masih menjadi episentrum penularan.

Menurut Muhammad Ichsan Mustari, berdasarkan hasil tracing, bertambah 24 orang positif di Makassar, indikasinya yaitu kontak serumah. Selain itu masih banyak anak-anak muda sering berkumpul dan jarang memakai masker.

“Ada tiga transmisi penularan, yang pertama remaja kumpul-kumpul, masyarakat berpergian tidak pakai masker dan ketiga kontak serumah dengan pasien covid-19,” kata Ichsan.

Menarik untuk Anda:

Selain itu, ia juga menyebut bahwa masih banyak warga Kota Makassar melanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“90 persen masyarakat itu sudah paham terhadap covid-19, namun tinggal kesadaran masyarakat saja untuk menjalankan imbauan-imbauan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Berdasarkan data update di Kota Makassar, 1 Mei 2020, 933 Orang Dalam Pemantauan atau ODP, (231 proses pemantauan dan 702 selesai pemantauan). 403 Pasien Dalam Perawatan atau PDP (177 masih dirawat, 170 pulang/sehat dan 56 meninggal). dan

367 orang positif (246 masih dirawat, 93 sembuh dan 28 meninggal).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kendati Pandemi, Parkir Online di Makassar Mampu Tingkatkan Pendapatan

Warga Terhambat Pembatasan Akses, Pemkot Makassar Minimalisir dengan Stiker

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar