Berwisata ke bukit Lappalona, begini cerita mahasiwi Fakultas Kedokteran Unhas

Mahasiswi Unhas berfoto bersama di bukit Lappalona

Terkini.id, Barru – Perjuangan yang cukup melelahkan berhasil ditaklukkan para Mahasiswa Magister (S2) Jurusan Kebidanan Fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) saat menyusuri jalan demi jalan untuk mencapai puncak gunung Lappalona, yang jaraknya dari jalan poros mencapai 11 Km.

Untuk betul-betul mencapai puncak Gunung Lappalona, mereka dengan mengendarai kendaraan roda dua dan beranggotakan empat orang yang masing-masing perempuan menempuh jarak yang cukup lama, pasalnya dirinya bergegas dari Kota Kabupaten Barru sejak pukul 06.00 pagi dan baru tiba di puncak gunung pada pukul 09.00 WITA.

Bahkan mereka juga harus menghadapi sejumlah rintangan medan jalan yang tersajikan selama dalam perjalanan menuju puncak gunung tersebut, yang paling mengerikan karena pada bagian sisi kedua jalan hanya bisa terlihat gunung dan jurang, serta jalan yamg cukup lumayan berkelok dan juga tanjakan yang akan menguji kekuatan kendaraan yang kita gunakan.

Ironinya, karena mereka berangkat di tengah musim penghujan dan hampir sepanjang jalan desa untuk mengakses Gunung Lappa Laona baru saja mengalami tanah longsor, sehingga beban berat untuk menghadapi jalan yang berlumpur juga harus mampu untuk dihadapi para pengunjung ini.

“Sumpah medan jalan yamg tersaji untuk mengakses puncak gunung ini sangat menantang dan lumayan sulit untuk diakses, belum lagi kondisi jalan yang berlumpur akibat bekas longsor menambah aroma jalan yang licin dan berlumpur,” kata Fajar salah satu pengunjung yang ikut dalam rombongan Fakultas kedokteran Unhas tersebut.

Menarik untuk Anda:

Fajar tidak menampikkan kalau untuk mencapai jalan tersebut dirinya sedikit agak khawatir dan merasakan derasnya tantangan jalan, bahkan dia tidak sedikit befikir untuk menyerah dari medan yang disajikan objek wisata tersebut.

“Hampir maki juga menyerah namun karena wonder women kami berempat terus bersemangat untuk mencapai puncak gunung sebagai target utama kita datang di wisata tersebut, dan kami terus berusaha dan berfikir bagaimana mampu mencapai target ini,” ungkapnya.

Fajar, mengaku, meskipun kondisi jalan yang sangat melelahlan dan mengancam keselamatan saat berkendara dan hampir membuat mereka untuk tidak sampai ke Lappalona namun ternyata terbayarkan dengan indahnya pemandangan di puncag gunung tersebut.

“Masya Allah ternyata pemandangannya terbayarkan perjalanan yang kami lakukan selama tiga jam dan bahkan saat sedang menikmati puncak gunung saya bahkan lupa bagaimana kerasnya medan yang harus kita hadapi untuk mencapai puncak, dan bahkan ada keinginan untuk tidak ingin lagi meninggalkan puncak gunung tersebut,” ungkapnya.

Dia bahkan mengaku, meskipun sempat meminta ampun dengan kondisi jalan yang sangat menantang untuk mencapai target puncak gunung, namun keinginan untuk kembali ke puncak gunung tersebut masih berkeinginan.

“Masih mau sekaliki naik walaupun bilangki ampunka dengan jalannya tapi pemandangannya mengalahkan medan jalan yang harus kita lalui, bahkan tidak salah kalau saya bilang tidak perlumi ke Toraja cukup di puncak gunung ini, dan intinya sampai sekarang belumpa bisa move on dari keindahan Lappalona,” jelasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wisata Labuangnge Barru dengan Panorama Alam Indah yang Sayang Dilewatkan

Resmi, Wings Air Buka Rute Tana Toraja-Makassar PP

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar