Masuk

Bharada E Siap Bertemu Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal dalam Sidang Lanjutan Hari Ini

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan bahwa kliennya sudah siap untuk bertemu kedua mantan rekannya di lingkungan rumah Ferdy Sambo, yakni Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal.

Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J dengan mempertemukan ketiga terdakwa, yakni Bharada E, Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal akan dilaksanakan pada hari ini, Senin 7 November 2022.

“Klien saya (Bharada E) sudah sampaikan siap bertemu Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf,” ujar Ronny Talapessy Minggu 6 November 2022 dilansir dari PMJ News dan dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.

Baca Juga: Jaksa Akui Dilema Tuntut Richard Eliezer 12 Tahun Penjara

Kata Ronny, Bharada E akan kooperatif mengikuti proses persidangan. Pihaknya juga akan menghormati keputusan majelis hakim yang akan mencampur menggabungkan sidang ketiganya.

“Kita prinsipnya siap dan kita menghormat kebijakan majelis hakim menggabungkan sidang bersama KM, dan RR. Setiap proses persidangan dari awal Bharada E kooperatif dan kita tim penasihat hukum menghargai sikap dari Bharada E,” tuturnya.

Adapun agenda sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J tersebut masih agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Baca Juga: LPSK Kecewa Bharada E Dituntut 12 Tahun Padahal Berstatus JC: Lonceng Kematian Bagi Hukum Pidana Modern

“Saudara penasihat hukum dan jaksa penuntut umum (JPU) sidang Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal ini akan kita gabung dengan sidangnya Eliezer,” ungkap hakim ketua Wahyu Iman Santosa saat sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu 2 November 2022 lalu.

Sebelumnya diberitakan bahwa sidang sebelumnya yang memanggil saksi menyita perhatian banyak pihak, terutama keterangan Susi selaku asisten rumah tangga Ferdy Sambo.

Keterangan Susi dianggap berisi kebohongan lantaran tak konsisten saat ditanya oleh hakim dalam memberikan kesaksian di persidangan.

Sementara beberapa kesaksian Susi itu dibantah oleh Bharada E, sebab menurutnya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di Magelang sebelum pembunuhan Brigadir J.