Biaya Sarjana Mahal, Mahasiswa di Makassar Ngadu ke Ombudsman

Mahasiswa UKI Paulus
Empat mahasiswa UKI Paulus Makassar mengadu ke Ombudsman gara-gara mahalnya biaya wisuda sarjana

Terkini.id, Makassar – Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar melaporkan kampusnya ke Ombudsman terkait mahalnya biaya wisuda yang harus mereka tanggung.

Mereka berdalih dalam Undang-Undang Dasar Pasal 31 ayat (1)  tahun 1945, dikatakan jika setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan.

Hal ini yang dirasakan oleh keempat mahasiswa UKI Paulus Makassar, di antaranya Lexy, Eugenius, Aprianto, dan Jordan.

“Pada kenyataanya dalam institusi pendidikan belum sepenuhnya terwujud,” kata Eugenius, Sabtu 15 Maret 2019.

Menurutnya, mahalnya biaya wisuda memungkinkan orang tidak sarjana. Selain itu, dia mengungkapkan kejanggalan biaya wisuda UKI Paulus Makassar ke Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Selatan.

“Betul kami telah memasukkan laporan pada hari Rabu, 13 Maret 2019 ke Ombudsman dan ditanggapi dengan baik oleh pihak Ombudsman. Dan laporan akan segera diproses sesuai aturan yang berlaku, jadi kami sisa tunggu hasil pemeriksaan Ombudsman,” katanya.

Sebelum melapor, kata Eugenius, ia sudah menempuh jalur audience ke pihak kampusNamun, hasil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan harapan.

“Jadi kami melapor ke Ombudsman,” ujarnya.

Eugenius: Biaya wisuda di UKI Paulus naik dibanding wisuda sebelumnya

Eugenius menjelaskan jika alasan mereka melaporkan karena biaya wisuda UKI Paulus tidak berpihak pada mahasiswa, dan biaya wisuda terus mengalami peningkatan dibandingkan wisuda sebelumnya.

“Biaya wisuda kali ini betul-betul mengagetkan kami, karena lebih tinggi dibandingkan wisuda sebelumnya yang menggunakan Balai Jenderal M Jusuf,” ungkapnya.

“Wisuda kali ini menggunakan fasilitas kampus jadi seharusnya biaya wisuda tidak terlalu tinggi,” kata Lexy yang juga selaku pelapor.

Bahkan, Lexy mengatakan, banyak yang keberatan dengan biaya wisuda, sesuai dengan hasil kuisioner online yang kami buat.

“Dari 434 orang responden, ada 421 orang yang merasa keberatan dan 13 orang yang merasa tidak keberatan,” ungkapnya.

Adapun harapan mahasiswa yang melapor ke Ombudsman adalah semoga kampus mempertimbangkan kembali biaya wisuda kali ini yang memberatkan bagi mahasiswa.

“Kita tunggu hasil proses laporan kami di Ombudsman dan dalam posisi ini kami berharap penuh ada kebijaksanaan dari pimpinan kampus apabila hasil laporan kami berujung pada hasil yang berpihak kepada kampus,” tutup Lexy.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

252 CPNS UIN Alauddin Resmi Terima SK

Terkini.id, Makassar - Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari serahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 252 dosen  yang  lolos
Kampus

Mahasiswa Unhas Peduli Budaya dengan Cara Ini

Terkini.id,Makassar - Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, budaya dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan aset yang dimiliki sebagai warisan budaya dan tidak