Bikin Bangga, Perenang Satu Kaki Asal Indonesia Ini Sukses Taklukkan Asia

Atlet penyandang disabilitas. (foto: vebma.com)

Terkini.id – Pesta olahraga Asian Paragames 2018 bakal dihelat pada digelar pada 6-13 Oktober 2018 mendatang. Ajang ini mempertemukan para atlet difabel dari seluruh negara di Asia, tak terkecuali atlet difabel Indonesia.

Prestasi olahraga memang bisa diukir oleh siapa saja, termasuk bagi penyandang disabilitas. Para atlet difabel Indonesia ini akan berjuang mengukir prestasi di ajang Asian Para Games 2018.

Pada ajang ini para atlet penyandang disabilitas akan berlomba demi mengharumkan nama bangsa. Salah satunya adalah Jendi Panggabean.

Jendi Panggabean adalah atlet kebanggaan tanah air yang akan bertanding pada cabang olahraga renang. Ia diunggulkan di Asian Paragames 2018 karena sebelumnya pernah meraih 3 medali emas, perak dan 1 perunggu pada ajang paragames Singapore 2015 lalu.

Jendi Panggabean bersama Presiden Joko Widodo. (foto: jambiposonline.com)

Dilansir dari vebma, kondisi fisik Jendi ini dulunya bermula saat dirinya mengalami kecelakaan, Jendi sempat hanya bisa merenungi nasibnya hidup dengan satu kaki. Namun akhirnya Jendi bangkit dan menapaki kariernya sebagai atlet.

Jendi mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor. Posisi Jendi saat itu dibonceng oleh temannya. Sang teman hanya mengalami patah tulang, sedangkan kaki kiri Jendi hancur dan akhirnya harus diamputasi.

Namun kejadian itu tak membuat dirinya berputus asa dan menyerah, bahkan Jendi telah memenangkan berbagai kejuaraan.

Ia terus berlatih dan tak berpuas diri dengan prestasi yang ia sudah miliki. Dirinya bahkan terus berjuang untuk terus kibarkan merah putih di tiang tertinggi. Selain itu Jendi juga tercatat memecahkan rekor 100 m gaya punggung dan 200 m gaya ganti.

Karier Jendi dimulai sejak tahun 2012. Kala itu, dia mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau 2012. Pada ajang tersebut, Jendi memperoleh 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Medali Jendi Panggabean. (foto: kumparan.com)

Tak hanya itu prestasi yang diukirnya. Pada ajang Paragames di Myanmar tahun 2013 silam, Jendi sukses menyabet 2 emas dan 1 perak serta memecahkan rekor 50 m gaya punggung.

Sejak itu, prestasi terus ditorehkan oleh Jendi hingga menaklukkan Asia. Semua itu ia lakukan demi membanggakan kedua orangtuanya.

“Kenangan yang tak bisa saya lupakan, waktu lihat orangtua menangis ketika saya dapat medali emas pertama,” kenang Jendi.

Komentar

Rekomendasi

Wakil Gubernur Sulsel Buka Kompetisi Futsal Bulan K3 Nasional

Kena ‘Demam’ Tik Tok, Rossi Goyang Ubur-ubur Saat Tiba di Indonesia

PUMA Luncurkan Spark Pack, Berikut Pilihan Warna dan Harganya

Simak Cerita Pembalap Manual Tech KYT Kawasaki Andi Muhammad Fadly

Kawasaki Motor Akan Gelar Meet and Greet Bareng Juara ARRC 2019

27 Cabor Sulsel Lolos PON Papua 2020, Target 30 Cabor

Rela Kehilangan Emas Demi Tolong Atlet Indonesia, Ini Dia Sosok Roger Casugay

Di Tengah Duka Kehilangan Ayah, Atlet Wushu Edgar Xavier Tetap Raih 2 Emas

BRILian Run Surabaya Series Diserbu 10 Ribu Runners

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar