Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Ladang ini Dipenuhi Mayat Berserakan Buat Penelitian

ladang mayat
Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Ladang ini Dipenuhi Mayat Berserakan Buat Penelitian. (foto/yukepo.com)

Terkini.id – Setelah manusia meninggal, jasadnya akan dikuburkan di dalam tanah. Tapi, hal berbeda dapat ditemukan di University of Tennessee. Salah satu fasilitas di universitas tersebut adalah body farm atau ladang mayat.

Dilansir dari yukepo, Di ladang tersebut, banyak mayat berserakan di mana-mana dalam berbagai kondisi. Ngeri bukan?

Ladang yang memiliki luas satu hektar tersebut digunakan sebagai fasilitas untuk riset antropologi forensik. Mayat-mayat disebar di berbagai tempat dan secara berkala diamati oleh mahasiswa.

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengamati proses dekomposisi atau pembusukan. Karena harus mengetahui kondisi mayat dalam berbagai kondisi, mayat-mayat tersebut ada yang diletakkan di dalam mobil, di bawah air, bahkan ada yang dibungkus dengan selimut.

Selain dimanfaatkan untuk penelitian mahasiswa antropologi forensik, body farm juga bisa membantu penyeledikan yang dilakukan FBI ataupun polisi. Polisi bisa terbantu mengidentifikasi mayat, khususnya waktu kematiannya, dilihat dari proses pembusukan jasad.

ladang mayat
Body Farm University of Tannessee. (foto/anehdidunia.com)

Asal Usul Mayat di Body Farm

Jenazah-jenazah yang berada di body farm merupakan sumbangan dari berbagai pihak. Sebagian jasad merupakan jenazah yang tidak dikenali.

Korban pembunuhan dan jenazah tak berkeluarga juga memenuhi body farm. Selain itu, ada yang memang berinisiatif sendiri untuk menyumbangkam jenazahnya.

Hal tersebut dinyatakannya sewaktu masih hidup. Setiap tahun, body farm di Universitas of Tennessee mendapat sumbangan mayat lebih dari 100 jasad.

University of Tennessee Antropological Research Facility merupakan body farm tertua di dunia. Body farm ini terletak di belakang University of Tennesse, Knoxville. Fasilitas tersebut dibangun tahun 1981. Penduduk sipil yang bukan mahasiswa forensik dilarang keras masuk ke body farm.

Penggagas dan pendiri body farm tersebut adalah salah satu perintis ilmu antropologi modern, Dr. William H. Bass.

ladang mayat
Body Farm University of Tannessee. (foto/ijmu.ac.uk)

Mungkin masih menjadi hal tabu bagi masyarakat di negara kita untuk mengeksplorasi mayat, dan fakta bahwa penelitian tentang kematian ini dilakukan dengan berbagai metode yang terlihat seperti ditelantarkan, sehingga banyak yang menganggap hal tersebut mengganggu kesakralan dari kematian.

Namun jika kita mau membuka wawasan dan memilih untuk bersikap bijak, kematian pun, bukan menjadi akhir, melainkan menjadi awal bagi kita untuk tetap mengabdi pada ilmu pengetahuan dari dimensi kehidupan yang berbeda.

Berita Terkait
Komentar
Terkini