Bikin Geger, Polri Dipermalukan oleh Tindakan Rendahan Bripda PMRMK ini, AKBP Mariochristy Sampai Murka!

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, kabar tak sedap menimpa Bripda PMRMK yang diketahui masih berusia 23 tahun.

Pasalnya, ia melakukan tindakan rendahan yang sukses mempermalukan nama Polri sampai membuat AKBP Mariochristy murka besar. 

Anggota Polres Tabanan itu dinyatakan ditangkap oleh pedagang dan pengunjung Pasar Kediri, Tabanan, Bali, pada hari Minggu, 7 Maret 2021 lalu.

Bripda PMRMK tersebut tertangkap basah tatkala tengah melakukan tindakan rendahan nan memalukan, yakni mencuri emas di pasar.

Mendengar kabar itu, wajah geram dan marah tampak terlihat jelas dari raut Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S Siregar sesaat setelah mengetahui bahwa salah satu anggotanya tertangkap basah oleh warga lantaran mencuri emas di pasar.

Perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak itu dengan rasa malu harus mengakui sekaligus meminta permohonan maaf atas perbuatan tak terpuji yang dilakukan oleh anak buahnya.

“Betul pelaku (PMRMK) adalah oknum anggota Polres Tabanan dan baru dua tahun dinas di sini,” papar AKBP Mariochristy saat ditemui di Mapolres Tabanan pada hari Senin kemarin, 8 Maret 2021, dikutip dari jpnn. 

Menurut laporan yang ada, seusai ditangkap dan diserahkan warga ke Mapolres Tabanan, Bripda PMRMK langsung menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. 

Berdasarkan hasil interogasi sementara, tindak pencurian emas yang dilakukan oknum tersebut dilatarbelakangi karena PMRMK tengah terlilit utang.

“Hasil pemeriksaan sementara, dia (PMRMK) mengaku melakukan pencurian karena terlilit utang. Sehingga dia mengambil jalan pintas,” ujar AKBP Mariochristy. 

Selain itu, dari hasil pengamatan pemeriksaan kesehatan terhadap PMRMK, tindak pencurian yang dilakukannya, yaitu secara sadar dan pelaku dalam kondisi sehat secara kejiwaan.

“Hasil pengamatan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dia tidak mengalami gangguan jiwa,” tambahnya.

Oleh karena itu, selain akan melakukan proses hukum secara internal sebagai akibat dari tindakan oknum, pihaknya pun akan segera melakukan asesmen (penilaian).

Sponsored by adnow
Bagikan