Bikin Geger! Sebuah Pabrik Tahu Berformalin di Subang Berhasil Diciduk Polisi, Pemiliknya Jadi Tersangka

Terkini.id, Jakarta – Tim Satreskrim Polres Subang berhasil menciduk sebuah pabrik tahu yang diduga menggunakan zat berbahaya jenis formalin pada produksi tahunya.

Penggerebekan ini dilakukan di Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

AKBP Sumarni selaku Kapolres Subang membenarkan hal tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa penggerebakan ini adalah hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Subang setelah mendapatkan laporan dari warga.

Baca Juga: 2 Pengendara Motor Tewas Dalam Kecelakaan Beruntun di Pantura Subang

Dan setelah dilakukan penyelidikan ternyata pabrik tahu tersebut benar telah mencampurkan formalin.

Diketahui bahwa usaha pabrik tahu tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2019 dan memproduksi 10 kuintal perhari, kemudian tahu didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di wilayah Majalengka, Cirebon, dan Purwakarta.

Baca Juga: Kabar Kasus Subang, Istri Muda Yosef Akhirnya Mengaku Usai Disumpah

“Dalam sebulan pelaku ini memperoleh keuntungan sekitar Rp 30 Juta. Tahu ini sudah dipasarkan ke wilayah Majalengka, Cirebon, dan Purwakarta,” ujar AKBP Sumarni.

Beliau juga menjelaskan kepada awak media apa alasan pelaku menggunakan formalin pada produksi tahunya.

Dari keterangan pelaku, pelaku menggunakan zat berbahaya jenis formalin ini agar tahu yang diproduksinya lebih awet dan juga bisa menghemat ongkos produksi.

Baca Juga: Kabar Kasus Subang, Istri Muda Yosef Akhirnya Mengaku Usai Disumpah

“Memproduksi tahu ditambah formalin dengan tujuan agar tahu bertahan lama dan tidak cepat busuk,” ujarnya.

Melansir dari laman news.detik.com yang dikutip pada Kamis 4 Februari 2022,  pelaku adalah seorang ibu rumah tangga yang berinisial PTM (36). PTM lah yang kemudian memerintahkan karyawannya untuk mencampurkan formalin ke dalam adonan tahu.

Informasi yang dihimpun saat ini polisi telah menyita beberapa barang bukti yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksi kriminalnya.

Barang bukti yang disita yaitu sebuah panci untuk merebus formalin cair, dirigen ukuran 5 liter hasil rebusan dari formalin cair, 3 bungkus kiloan berisi formalin, 3 botol literan berisi antifoam atau antibusa, dan 14 kotak berisi masing-masing 4 tahu putih ukuran besar hasil produksi yang sudah bercampur formalin.

Akibat perbuatannya tersebut, PTM selaku pemilik pabrik tahu tersebut terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 10 Miliar.

“Sesuai dengan pasal 136 poin B, junto 35 ayat 1 UU Pangan, pelaku diancaman penjara 5 tahun denda Rp 10 miliar,” kata Sumarni.

Bagikan