Bikin haru, foto perempuan Mandar berjuang dapat air bersih

Foto perempuan Mandar berenang sejauh 4 kilometer, demi membawa pulang air bersih viral. Foto telah dipublikasikan media nasional dan media asing. Bertepatan dengan peringatan hari air sedunia / Instagram

Terkini.id, Makassar – Foto perempuan Mandar berenang kurang lebih 4 kilometer, demi membawa pulang air bersih viral. Foto telah dipublikasikan media nasional dan media asing. Bertepatan dengan peringatan hari air sedunia.

“Paling banyak media asing,” kata Yusuf Wahil kepada Makassar Terkini, Selasa 27 Maret 2018. Yusuf saat ini tercatat sebagai fotografer lepas Kantor Berita Prancis Agence France Presse (AFP).

Yusuf mencatat sejumlah media yang menampilkan karyanya : The Telegraph, Yahoo, channelnewsasia.com, The Manila Times, The Daily Star Lebanon, Kantor Berita Rusia, National Geographic Indonesia, The Jakarta Post, dan Kumparan.com.

Media sosial juga banyak beredar foto ini. “Pertama kali ditayangkan AFP,” ujar Yusuf.

 

Sumber : Instagram Yusuf Wahil

Yusuf berhasil mendokumentasikan perjuangan perempuan Mandar di Desa Lekopa’dis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Foto diambil selama dua hari. Tanggal 20 – 21 Maret 2018, jelang peringatan hari air dunia.

Dalam foto terlihat perempuan bernama Hasria menyeberang sungai membawa puluhan jeriken ukuran 5 liter. Jeriken ini akan diisi air bersih untuk konsumsi.

Foto Yusuf membuat orang kagum. Sekaligus miris, karena 73 tahun Indonesia merdeka, masih banyak warga kesulitan mengakses air bersih. Untuk mendapatkan air bersih warga harus bertaruh nyawa. Warga bisa tenggelam karena kelelahan, terseret arus, atau diserang binatang buas.

Banyak pertanyaan yang muncul setelah melihat foto Yusuf. Salah satunya membuat orang curiga foto ini hasil rekayasa. Alasannya, dalam foto ditulis warga kesulitan air bersih, tapi terlihat berenang di air sungai yang dalam. Kenapa harus berenang, padahal bisa pakai perahu, rakit, atau jalan kaki ?

Yusuf bilang, memang seperti itu faktanya. Air sungai yang diarungi dengan ban bekas adalah air payau. Rasanya asin. Kelihatan bersih jika sudah turun hujan lebat. Pada musim kemarau, air selalu keruh.

Sumber : Instagram Yusuf Wahil

“Warga menuju sumber air jalan kaki, nanti pulang baru berenang. Menghanyutkan diri mengikuti arus sungai,” jelas Yusuf.

Untuk sampai ke sumber air bersih, warga yang didominasi ibu-ibu mulai berjalan kaki sejak pukul 03.00. Paling lambat pukul 04.00 subuh. Setelah berjalan kaki, kadang juga kembali harus berenang menyeberangi sungai.

“Ibu-ibu dalam foto saya itu memang setiap hari berjalan kaki ke sungai. Pulang berenang,” kata Yusuf.

Warga tidak menggunakan perahu karena perahu digunakan pergi mencari ikan di laut. “Kalau cuaca buruk di laut, perahu baru bisa digunakan mengangkut air,” ungkap Yusuf.

Berita Terkait
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
[tdcn-comments title="Komentar" post_id="76387" get="20" border="true" auto_load="true" order="ASC"]
Terkini