Bikin sedih, begini pesan terakhir Aktris terbaik BESTRA UNM sebelum meninggal  

Senyuman almarhumah Mardina Hammadina, sang aktor terbaik Bengkel Sastra Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, FBS UNM yang meninggal dengan meninggalkan kenangan indah.

TERKINI.id, MAKASSAR – Kematian aktor terbaik Bengkel Sastra Universitas Negeri Makassar, Mardina Hammadia untuk selamanya menyisakan luka tersendiri bagi orang-orang terdekatnya. Mahasiswa yang akrab disapa Dina ini juga dikenal sebagai peraih pemeran pembantu wanita terbaik di ajang Festival Mahasiswa Indonesia XI tercatat sebagai mahasiswa jurusan Sastra Indonesia angkatan 2014.

Terpantau dari akun Facebooknya, Mardina Hammadina menuliskan status tepat Jumat (29/12/2017) pukul 19:45 WITA kini terus dibanjiri komentar dan ucapan suka duka. Wanita kelahiran Tolitoli, Sulawesi Tengan, 5 Februari 1995 ini mengunggah cuitan saat masih terbaring di rumah sakit.

Dalam status Facebooknya, anggota bengkel sastra ini menuliskan status yang bikin sedih. Berikut postingannya :

“Berusaha memahami, ini takdir atau karma. Ini cobaan atau azab..semua berjalan tdk ada yg sesuai pengharapan, seakan saya telah gagal di tengah jalan, di tengah2 harapan yang telah lama saya perjuangkan. Mungkin alangkah baiknya mulai sekarang saya hidup tanpa harapan, biarlah mengalir sesuai KemauanNya.

Mungkin

Pasca postingan Dina, beberapa teman facebooknya mendoakan dirinya agar sembuh dari sakit yang dideritanya. Salah seorang rekan Dina berkomentar, Sri Rahayu Andira menulis: “Jangan pernah putus asa sayang. Semakin ikhlaski hadapi maka segalanya akan menjadi penggugur dosa. Beruntunglah jika kita masih diberi ujian. Ucap syukur utamanya menjelang pagi dan petang. Lekas sembuh. Kami menunggunu, kami menyayangimu.

Berselang sehari setelah postingan tersebut, sejumlah teman Dina kembali berkomentar menyampaikan ucapan bela sungkawa setelah mengetahui temannya kembali ke pangkuan sang Ilahi.

Salah seorang teman facebook Dina bernama :Namaku Amirtang berkomentar sedih dan sangat kehilangan atas meninggalnya Dina. Dalam komentarnya,  Namaku Amirtang menulis : Ucapan itu juga sempat terlontar di mulutku kala itu, di saat Tuhan sedang mengujiku dengan sakit yang luar biasa. Namun sebagai Hambanya, dalam hati selalu yakin kalau Ia sangat menyayangiku dan memegang pundakku lalu berkata “Lebih dekatlah denganKu, ini caraku agar kau ingat Padaku”. Yakin, sakit adalah penggugur dosa. Maka bersyukurlah Tuhan masih memberikan jalan untuk menggugurkan dosa.

“Semangat Aktor terhebatku Dina. Sutradaramu menunggumu di sini. Di panggung kecil kita”.

Salah seorang sahabat Dina, Fitri yang dihubungi MAKASSAR TERKINI mengatakan Dina meninggal atas penyakit pembengkakan hati dan komplikasi yang dideritanya. Almarhumah ini termasuk sosok yang ceria dan sangat ramah kepada semua orang. Di kelas almarhumah juga termasuk mahasiswa yang aktif dalam berdiskusi.

“Saya sebagai teman sekaligus sahabatnya merasa sangat kehilangan. Bahkan beberapa dari kami masih belum percaya kalau Dina sudah pergi untuk selamanya”, tulis Fitri.

Lanjut Fitri mengatakan status yang diunggah Dina membuat kami pilu dan sedih. Dina terakhir mengupdate status mengeluh tentang pengharapannya di fb pada tanggal 29 Desember 2017.

“Setelah mendengar berita duka tentang kepergian Dina, kami menganggap status di facebook Dina tentang puisi terakhir ini bermakna kalau Almarhumah lama melawan penyakitnya dan mungkin Tuhan lebih menyayanginya sehingga Tuhan mengambilnya di usia yang masih terbilang sangat muda”, jelas Fitri.

Berita Terkait