Terkini.id, Jakarta – Bisakah manusia tinggal di planet Mars selamanya? Ini jawaban para ilmuwan! Setiap saat dan setiap waktu, manusia mencari segala cara agar kelak dapat mendiami planet lain sebagai ganti planet bumi yang sudah diklaim kian rapuh, suatu saat tak layak dihuni lagi.
Sehingga, berbagai pakar dan ilmuwan terus mencari planet yang lebih ramah bagi manusia ke depannya.
Belum lama ini, para ilmuwan berhasil memperhitungkan berapa lama seseorang berada di planet Mars. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal AGU Space Weather, radiasi dari matahari, bintang, dan galaksi jauh menjadi faktor yang mempengaruhi berapa lama seseorang berada di Mars.
Manusia dengan berbagai kelebihan di dalam tubuhnya, diklaim mampu tinggal di tempat-tempat tertentu. Kebanyakan orang akan merasakan kedinginan apabila menginjakan kaki di dataran yang lebih tinggi, seperti di daerah pegunungan.
Sebaliknya, di pantai kita merasakan terik matahari yang menghangatkan tubuh kita sambil menikmati serunya bermain air di pinggiran.
Tetapi, pernahkah seseorang berpikir bagaimana rasanya bila meginjakan kaki di planet lain? Apa yang bakal dirasakan?
Seperti dilansir dari Smallcapnews via Kontan.co.id, Selasa 7 September 2021, sekelompok peneliti internasional baru saja menerbitkan temuan barunya dalam jurnal yang diterbiktkan AGU Space Weather terkait berapa lama seseorang berada di planet Mars.
Jadi, berapa lama seseorang menginjakkan kaki di Mars? Durasi misi berawak ke Mars tidak boleh lebih dari empat tahun lantaran risiko bagi para kru dari radiasi matahari, bintang, dan galaksi jauh.
Para penliti dari Skolkovo Institute of Science and Technology (Rusia), University of California (AS), University of Postdam (Jerman) dan Massachusetts Institute of Technology (AS) mengevaluasi efek radiasi kosmik terhadap kesehatan awak kapal.
Tidak hanya itu, mereka juga membahas batasan yang dikenakan berat pesawat ruang angkasa pada bahan pelindung, yang mensimulasikan difusi partikel di dalamnya.
Secara spesifik, para ilmuwan menganalisis dua jenis utama radiasi yang berbahaya. Pertama, partikel energi matahari (SEP) dan kedua adalah sinar kosmik galaksi (GCR), yang intensitasnya tergantung pada aktivitas matahari.
Radiasi tersebut juga bakal mempengaruhi berbagai organ manusia dan pesawat ruang angkasa.
Perhitungan menunjukan, waktu yang tepat untuk menuju ke planet berwarna merah ini berlangsung sekitar sembilan bulan. Ini sesuai dn energi matahari maksimum, karena intensitas GCR, jenis radiasi paling agresif berkurang dalam enam hingga 12 bulan setelah aktivitas matahari puncak.
Bagaimanapun, apabila misi dimulai selama tenaga surya maksimum, tidak dapat melebihi empat tahun. Karena setelah itu, para kru akan terkena radiasi tingkat berbahaya.
Begitu pun terhadap penggunaan bahan yang mampu memberikan perlindungan terhadap radiasi kosmik, yang dikondisikan pada berat maksimum pesawat yang diizinkan.
Selain itu, seiring berjalannya waktu, bahan yang digunakan dapat mulai memancarkan radiasi.
Sumber: Kontan.co.id
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
