BMKG: Sulsel Masih Kemarau hingga Awal November, Waspada Gagal Panen

Terkini.id, Makassar – Suhu panas di Kota Makassar dan sekitarnya sempat menyentuh rekor tertinggi bulan Oktober hingga 38,2 derajat celcius pada Minggu 20 Oktober 2019 kemarin.

Stasiun Klimatologi Maros BMKG Sulsel, mencatat, suhu kemarin adalah suhu tertinggi pada bulan Oktober dan sekitaranya.

“Ini suhu tertinggi pada tahun ini, tanpa Fenomena El Nino. Tertinggi ke 3 sepanjang pengamatan di mana 2 (dua) tertinggi dicatat pada saat Indonesia dilanda El Nino,” tulis BMKG Maros.

Melansir dari situs BMKG, musim kemarau atau curah hujan yang rendah (0-50 mm) diprediksi masih akan berlangsung hingga paling tidak sepuluh hari pertama November 2019 mendatang.

Hasil monitoring BMKG hingga 20 Oktober 2019 kemarin, bahkan tercatat 6 daerah di Sulsel yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) terparah.

Daerah tersebut mendapat peringatan untuk mewaspadai kekeringan dan gagal panen, kebakaran hutan dan lahan hingga kekurangan air bersih.

Daerah yang harus waspada tersebut di antaranya Bonto-bonto Kabupaten Gowa (128 hari), Kelara Jeneponto (109 hari), Batangmata Selayat ( 109 hari), BPP Malakaji Kabupaten Gowa (108 hari), Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar (99 hari), dan Bulu Jaya (Jeneponto) 93 hari.

Meskipun sempat hujan beberapa hari lalu, seluruh wilayah Sulsel disebutkan belum memasuki musim hujan 2019-2020. Seluruh wilayah Sulsel bahkan disebutkan sudah memasuki kemarau tahun 2019.

Selain itu, BMKG juga memprakirakan curah hujan pada 10 hari terakhir bulan Oktober dan 10 awal bulan November masuk kategori rendah, yakni 0-50 meter.

Dengan curah hujan 0-50 meter tersebut, Sulsel masih berkategori kemarau.

Berita Terkait
Komentar
Terkini