BNPB: 99 Fasilitas Ibadah di Sulteng Rusak Akibat Bencana Gempa dan Tsunami

Bencana Sulteng

Terkini.id, Palu – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis informasi terbaru terkait penaganan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Selasa, 9 Oktober 2018.

Berdasarkan data terbaru dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, hingga Selasa hari ini jumlah korban meninggal dunia sudah sebanyak 2.010 orang.

“Korban meninggal dunia 2.010 orang. Perinciannya 171 di Donggala, 1.601 di Palu, 222 di Sigi, 15 di Moutoung, dan 1 orang di Pasang Kayu,” kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa, 9 Oktober 2018.

Tak hanya korban meninggal, bencana dahsyat di Sulawesi Tengah ini juga mengakibatkan 67.310 unit rumah rusak.

“Data ini masih akan terus bergerak. Artinya dinamis, sesuai dengan catatan data yang dilaporkan petugas,” ujar Sutopo.

Puluhan ribu rumah yang rusak tersebut, kata Sutopo, mayoritas runtuh karena guncangan gempa dan tersapu gelombang tsunami bahkan tanah longsor.

“Untuk saat ini telah dicatat kerusakan pada fasilitas peribadatan 99 unit, fasilitas kesehatan 20 unit, 1 rumah sakit, 10 puskesmas, 4 pustu, 5 paskesda,” terangnya.

Hingga hari ke-11 pasca bencana, pihak BNPB bersama Tim SAR Gabungan dibantu TNI, Polri dan sejumlah relawan masih terus melakukan proses evakuasi dan pencarian korban di beberapa wilayah terdampak gempa.

Komentar

Rekomendasi

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Viral, ‘RoboCop’ Tetap Semangat Cari Nafkah Rejeki di Lampu Merah Saat Corona

Beredar Video Wanita Terkapar Sambil Kejang-kejang di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta

Semua yang Keluar Rumah Wajib Pakai Masker, Jokowi: Segera Siapkan!

Bukan dari PKS, Ini Wagub DKI Jakarta Terpilih Dampingi Anies Baswedan

Puluhan Dokter Wafat di Tengah Corona, IDI Makassar Minta Kiriman Doa

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar