Bonceng Penumpang Motor Lebih dari Satu Orang Bisa Dihukum Penjara

Bonceng
Bonceng penumpang motor lebih dari satu orang. (Foto: Liputan6)

Terkini.id, Jakarta РSaat ini fenomena bonceng anak kecil ketika mengendarai sepeda motor makin banyak ditemui. Bahkan, sebagian orang tua sudah menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar untuk dilakukan, walaupun mereka  menyadari akan risiko yang dihadapi.

Mirisnya lagi, para orang tua seakan mengabaikan sisi keselamatan bagi anak ketika berkendara. Contoh paling sederhana yang kerap ditemui sehari-hari seperti membonceng anak di posisi depan, maupun berdiri.

Menyikapi kondisi ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan bahwa perilaku tersebut dibenarkan lantaran berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Padahal sudah cukup banyak kasus kecelakaan terjadi akibat prilaku ini. Kadang jika ingin efektif dan efisien, cara ceroboh menjadi seperti hal biasa. Ini tidak dibenarkan dan jangan dibiasakan,” kata Jusri Pulubuhu, seperti dilansir dari Kompas, Selasa, 21 Januari 2020.

“Motor itu hanya di desain untuk mengangkut satu pengendara dan satu penumpang. Bahkan, hal ini diperjelas pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya pada pasal 106,” sambungnya.

Menurutnya, pada aturan tersebut telah dijelaskan bahwa motor dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang.

Ketika kendaraan tidak digunakan dengan semestinya, kata Jusri, pasti akan ada perubahan yang tidak wajar. Dalam hal ini, keseimbangan bisa berpengaruh sehingga potensi kecelakaan menjadi tinggi.

“Bagi pengendara yang melanggar atau tidak mengindahkan aturan itu, sebagaimana tertulis di pasal 292, akan dipidana kurungan maksimal satu (1) bulan atau denda Rp 250.000,” tegasnya.

Berikut bunyi pasal 292 terkait aturan tersebut:

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping yang mengangkut Penumpang lebih dari 1 (satu) orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1(satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Jusri juga mengimbau kepada pengendara agar tidak menempatkan anak kecil di jok depan motor. Sebab, kata dia, hal itu bisa memaci kecelakaan lalu lintas.

“Alasan pertama, akan mengganggu ruang gerak ketika pengendara sedang menyikapi ancaman yang terjadi di depan. Kemudian, anak juga dapat menjadi ‘bantalan’ saat terjadi kecelakaan. Sebab, motor tidak memiliki daya absorbsi seperti mobil. Ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan anak,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Dijagokan di Pilkada Bulukumba, Ini Prestasi Pipink untuk Nasdem

Pulang dari Baksos di Cindakko, Mahasiswi Universitas Mega Rezky Hilang Diduga Hanyut

Tagih Utang, Pria Diduga Debt Collector Ini Caci Maki Tentara dengan Nama Binatang

Sebut Wanita Bisa Hamil Saat Berenang, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty Minta Maaf

Videonya Viral, Satpam yang Usir Bapak Penjual Parfum dengan Kasar Minta Maaf

Gara-gara Bungkusan Makanan, Emak-emak Ini Tampar Penumpang Kereta

Perkuat Image Safety Riding, Astra Motor Makassar Gencarkan Kampanye #Cari_aman

Benarkah Sperma Bisa Berenang di Kolam dan Membuat Hamil seperti Kata Anggota KPAI?

Dua Lagi Jenazah Dievakuasi Tadi Subuh, Basarnas: Semua Korban Susur Sungai Sudah Ditemukan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar