Bongkar Data Anies, Pansus DPRD DKI: Dia Sudah Tiga Tahun Tak Fokus Urus Banjir

Terkini.id, Jakarta – Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani membongkar sejumlah data Gubernur DKI Anies Baswedan terkait persoalan banjir yang melanda wilayah Jakarta.

Zita mengungkapkan, berdasarkan data tersebut Anies Baswedan diketahui sudah tiga tahun tak fokus mengurusi persoalan banjir di DKI Jakarta.

Menurutnya, hal itu lantaran Anies dinilai sudah terbelenggu oleh janji politiknya semasa kampanye yakni berjanji tak akan melakukan penggusuran di titik-titik wilayah yang seharusnya diperuntukkan bagi pelebaran sungai.

Sementara Jakarta, kata Zita, faktanya memang butuh infrastruktur banjir seperti pelebaran sungai untuk menangani persoalan banjir tahunan tersebut.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Kalau mau bicara terbuka, Pak Gubernur sudah tiga tahun tak fokus terhadap isu banjir Jakarta, dia terbelenggu dengan janji politik,” ungkap Zita.

Baca Juga: Soal Buzzer Anies, Ferdinand: Kualitas Kadrun Adil Saja Tak Mampu

Hal itu disampaikan Ketua Pansus DPRD DKI tersebut lewat videonya berjudul ‘Blak-blakan Ketua Pansus Banjir ‘Tembak’ Kebijakan Anies’ yang tayang di Youtube, seperti dilihat pada Selasa 23 Februari 2021.

Zita dalam video itu menyebut bahwa sebenarnya pelebaran sungai memang penting ditempuh untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Oleh karenanya, ia menilai diperlukan cara berkelanjutan agar warga yang terlintasi jalur pelebaran sungai bisa diberikan ganti untung.

Baca Juga: Bandingkan Anies dan Jokowi, Politikus PDIP: Otaknya Hanya Rekayasa Cerita

Selain itu, putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tersebut juga mengungkapkan faktor penyumbang banjir di Jakarta selanjutnya adalah drainase yang dimiliki ibu kota kecil-kecil.

Termasuk, kata Zita, diperlukannya penambahan banyak pompa di beberapa titik untuk menyedot air.

“Nah program banjir ini yang tak dijalankan tiga tahun belakangan, stag. Kemarin saya rapat anggaran di Puncak, anggaran untuk tahun 2021 baru diketok palu (disetujui). Juga ada dana pinjaman PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebesar Rp1 triliun,” ungkapnya.

Mengutip Hops.id, Zita Anjani dalam tayangan video tersebut juga menilai Pemprov DKI harusnya memperbaki kondisi drainase, membuat waduk dan embung sebagai bagian dari infrastruktur banjir.

Menurut Zita, pihaknya sebenarnya sudah mengapresiasi tindakan jajaran Pemprov DKI yang gencar melakukan gerebek lumpur.

Akan tetapi menurutnya, cara Anies beserta jajarannya tersebut masih terbilang sangat sederhana untuk melawan ancaman banjir besar di DKI Jakarta. Bahkan seperti membuatnya percuma.

“Begini, kita kalau mau ke bulan kan bukan pakai pesawat, tapi harus pakai roket. Nah seperti ini, kapasitas air tetap tak akan menampung debit air di Jakarta (walaupun gerebek lumpur gencar dilakukan),” ujarnya.

Bagikan