BPBD Enrekang fokus minimalisir risiko bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang bakal segera membentuk forum pengurangan risiko bencana (PRB). Hal itu terungkap pada sosialisasi di Permandian Lewaja, Selasa 11 April 2017 lalu. / Ist

Enrekang –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang bakal segera membentuk forum pengurangan risiko bencana (PRB). Hal itu terungkap pada sosialisasi di Permandian Lewaja, Selasa 11 April 2017 lalu.

Kegiatan diikuti para unsur Muspika, kepala desa (Kades), PMI, Pramuka, Orari, dan dunia usaha. Acara pembentukan forum PRB tingkat kecamatan tersebut diawali sosialisasi tentang penanggulangan bencana.

Kepala BPBD Enrekang, Benny Mansjur menegaskan perlunya upaya pencegahan terhadap bencana. Antisipasi itu lebih penting dibanding menangani dampaknya yang sudah berimbas pada kerugian hingga korban jiwa.

“Upaya pencegahan harus secara masif dilakukan sebelum bencana berdampak luas,” tuturnya.

Masyarakat mesti waspada dalam kondisi musim yang sedang tidak menentu. Selain di Kecamatan Enrekang, forum PRB tingkat kecamatan juga sudah dilaksanakan di kecamatan lainnya seperti Baroko, Maiwa, Cendana. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 12 kecamatan yang ada di wilayah Enrekang.

Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional akan digelar 26 April mendatang. Menyambut kegiatan itu, BPBD Enrekang menggelar berbagai kegiatan.

Benny menerangkan, beberapa kegiatan dilaksanakan di antaranya gladi kesiapsiagaan dengan melibatkan unsur terkait,seperti Kodim 1419, Polres Enrekang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, RSU Massenrempulu, Dinas PU, Dinas Satpol PP-Damkar, Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI, TRC, Pramuka, KMPB, dan siswa siaga bencana. Gladi tersebut bakal dipimpin Bupati Enrekang Muslimin Bando.

“Sebagai kegiatan awal untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Nasional, BPBD Enrekang sudah melaksanakan pembersihan drainase dan selokan dalam Kota Enrekang. Pembersihan ini adalah salah satu kegiatan kesiapsiagaan terhadap bencana banjir yang sering melanda warga,” jelas Benny.

Saat ini, BPBD Enrekang memprioritaskan pengurangan risiko bencana. Itu lantaran penanggulangan risiko bencana bisa meminimalisir dampak dari bencana yang muncul.

Menurut Benny, hal itu sejalan program pemerintah pusat melalui BNPB.

“Saat ini paradigma penanggulangan bencana adalah pengurangan risiko bencana. Ini penting agar masyarakat sudah siap ketika terjadi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir,” paparnya.

Di Enrekang bencana yang melanda tahun sebelumnya, seperti longsor di Desa Parombean, Kecamatan Curio, serta banjir di Kecamatan Anggeraja.

Arsyad

Berita Terkait
Komentar
Terkini