BPJS Kesehatan Siap-siap Hadapi Gugatan Pasien karena Tolak Obat Kanker

Terkini.id, Makassar – Setelah dikabarkan tidak lagi menanggung biaya persalinan untuk pasien tertentu, BPJS Kesehatan kini harus menghadapi tuntutan dari pasien kanker.

Yuniarti Tanjung, pengidap kanker payudara HER2 positif dan berada di stadium 3B telah mendaftarkan gugatannya untuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan sejumlah pihak lain.

Yuniarti merasa dirugikan karena obat trastuzumab yang digunakannya dihapus dari daftar jaminan.

Gugatan Yuniarti terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 552/Pdt.G/2018/PN Jkt Selatan sejak 27 Juli 2018 lalu.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengakui menghentikan penjaminan obat kanker Trastuzumab.

Menarik untuk Anda:

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief mengatakan, keputusan itu diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan Dewan Pertimbangan Klinis (DPK).

“Nah DPK menetapkan bahwa pasien cancer apabila diberikan trastuzumab itu tidak bisa memberikan efek medik yang bermakna. Itulah yang menjadi pegangan kita,” ujar Budi di Jakarta, kepada kompascom, Senin 30 Juli 2018.

Namun, Budi tak menampik obat tersebut tak dijamin lagi karena masalah harga yang mahal. Obat tersebut berharga sekitar Rp 25 juta per ampul.

Dianggap Tidak Berefek

“Kenapa kita harus memberikan sesuatu kalau ahlinya mengatakan itu tidak memberikan efek medis. Kebetulan harganya mahal. Di sana kami juga bisa lebih efisien,” kata Budi.

Menurut Budi, masih ada obat lain yang bisa digunakan pasien kanker selain trastuzumab.
Sebelumnya, Edy Haryadi, suami Yuniarti Tanjung, merupakan yang pertama mengabarkan trastuzumab tidak ditanggung lagi BPJS Kesehatan.

Dalam pengobatannya, Yuniarti menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan. Edy mengungkapkan, BPJS Kesehatan tidak lagi menjamin obat Trastuzumab.

Pascaoperasi, pasien disarankan untuk menjalani kemoterapi.

Kemudian, dokter memberikan beberapa resep obat kemoterapi, salah satunya adalah obat trastuzumab.

Akan tetapi, apoteker menolak resep untuk herceptin atau trastuzumab karena per 1 April 2018, obat tersebut tidak lagi dijamin oleh pihak BPJS Kesehatan.

Bagi pasien, trastuzumab dianggap salah satu obat terbaik untuk proses penyembuhan kanker.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Waspadai Jenis Makanan Ini Pemicu Kolesterol Tinggi

Kenali Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi di Dalam Tubuh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar