BRI Makassar Setop Penyaluran KUR, Ini Alasannya

Kepala OJK Regional Sulampua, Zulmi (ketiga kiri), memberi penjelasan dalam Journalist Update, di The Bos Cafe, Jalan Botolempangan, Senin 5 November 2018

Terkini.id, Makassar – Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikenal berbunga murah dan diperuntukkan ke usaha-usaha menengah ke bawah, dihentikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun ini.

Seperti diketahui, BRI merupakan bank penyalur KUR terbesar, dengan outstanding nilai penyaluran hingga Rp 4,1 triliun sampai September 2018 di Sulawesi Selatan.

Sedangkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai penyaluran KUR oleh semua bank di Makassar (termasuk BRI), sudah mencapai hingga Rp 4,98 Triliun (Januari-September 2018).

Kepala Bagian Program BRI Makassar, Teguh Panca, menjelaskan, keputusan BRI menyetop penyaluran KUR hingga Oktober 2018 ini, karena jatahnya sudah habis.

“Jatahnya memang cuma Rp4,1 triliun untuk tahun 2018. Jadi, KUR kembali kita salurkan tahun depan,” terang Panca.

Dia mengungkapkan, dengan angka Rp4,1 triliun tersebut, pertmbuhan kredit KUR tumbuh 24 persen dari periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Catatan OJK

Kepala OJK KR6 Sulampua, Zulmi, menyebutkan, KUR di Sulsel untuk periode Januari-September 2018, adalah sebesar Rp 4,98 triliun.

“Angka Rp4,98 triliun itu adalah sebesar 92,22 persen dari target KUR tahun ini, sebesar Rp 5,40 triliun,” terang dia.

Dengan angka tersebut, OJK mencatat jumlah debitur sebanyak 199.587 UMKM, dengan tingkat kredit bermasalah atau nonperformin loan (NPL) sebesar 0,13 persen.

“Dana KUR terserap ke sektor sektor produksi (pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa-jasa) sebesar Rp 2,45 triliun, dan sektor nonproduksi (perdagangan sebesar Rp2,5 triliun,” terangnya.

Selain BRI, bank lain yang menyalurkan KUR di Sulsel, antara lain Bank Sulselbar, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Bank Sinarmas, Maybank, BRIS, Artha Graha, BCA, Bukopin.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini