Bro Rivai Sebut Isu Kemaritiman Jualan Empuk Politik di Pilpres 2019

Bro Rivai
Dr. Abdul Rivai Ras (Pemerhati Politik Pertahanan-Keamanan Maritim, Founder BRORIVAI Center)

Terkini.id, Jakarta – Pemerhati Politik Pertahanan-Keamanan Maritim, Dr Abdul Rivai Ras menyebut ada satu isu besar dan strategis yang mutlak terus dikobarkan menyongsong ajang Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Rivai saat dihubungi awak media dalam rangka persiapan diskusi publik, renungan akhir tahun anak bangsa 2018 yang diselenggarakan Forum Wartawan Online Indonesia (FWO), Minggu, 16 Desember 2018.

Salah satu Pendiri Universitas Pertahanan ini mengatakan, para calon presiden baik pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Uno harus memberi janji politik pembangunan sesuai keberadaan Indonesia sebagai negara “kepulauan” menuju negara “maritim”.

“Untuk mendobrak elektabilitas atau menggalang pemilih potensial, calon presiden perlu membuat jualan politik yang punya relevansi dengan karakter geografis dan masyarakat Indonesia yang dekat dengan dunia maritim,” kata Rivai.

Ia menggambarkan bahwa rakyat membutuhkan pemimpin yang bervisi maritim dan realistis dengan kondisi bangsa ini yang dikelilingi 2/3 wilayah laut dari total yurisdiksi nasional. Meskipun sektor pertanian dan pembangunan lainya penting, namun untuk jangka panjang pembangunan sektor maritim justru sangat menjanjikan.

“Jika dilihat dari potensi sektor kebaharian atau kemaritiman memiliki cakupan potensi yang luas, termasuk transportasi laut, sumber daya hayati laut, sumber daya ikan, bioteknologi laut, sumber daya mineral dan energi, wisata bahari, dan jasa lingkungan, sungguh dapat memberi makna bagi perekonomian nasional di masa depan,” tuturnya.

Menurut Rivai, sekalipun sumbangan sektor kemaritiman dan kelautan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru mencapai sekitar 4 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi capain pemerintahan Jokowi di bidang maritim tetap harus diteruskan.

“Siapapun presidennya harus mengembalikan kejayaan maritim kita, karena sektor ini menjadi nafas ekonomi dan simbol kekuatan Indonesia di lingkar Indo-Pasifik,” pungkasnya.

Nawa Cita yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya tentang penguatan jati diri Indonesia sebagai negara maritim, nampaknya juga tidak luput dari perdebatan soal sukses atau gagalnya proyek Poros Maritim Dunia (PMD) tersebut.

Tapi setidaknya, pencapaian pemerintah di sektor maritim 2018 telah mendorong terealisasinya 15 trayek tol laut, penyelesaian pembangunan sejumlah 104 pelabuhan non komersil, pembangunan kapal perintis, termasuk kapal kontainer dan Rede sebanyak 66 unit kapal, yang bertujuan melayani daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Selain itu, telah diterapkan sistem teknologi informasi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Sistem yang diterapkan antara lain, sistem INAPORTNET dan Delivery Order (DO) Online.

Keberhasilan lainnya yakni, pelabuhan Tanjung Priok sudah mampu memberikan pelayanan kepada kapal berukuran raksasa.

Isu pemanfaatan segala potensi sumber daya kelautan, melakukan pembangunan infrastruktur pelabuhan serta transportasi laut untuk meningkatkan konektivitas, membangun industri maritim yang kuat, hingga membangun kekuatan ekonomi masyarakat, tentu akan menjadi jualan empuk politik dalam “Debat Capres” 2019 mendatang.

“Momentum Pilpres 2019 diperkirakan akan menjadi uji kekuatan dan kesempatan menggalang pemilih melalui jualan politik maritim dalam debat capres, meskipun di sana sini masih ada persoalan terkait adanya lebih 700 ribu keluarga nelayan yang terdampak dan terpaksa kehilangan wilayah tangkapan ikan akibat reklamasi, serta adanya politisasi negatif atas polemik keberhasilan PMD,” tutup Founder BRORIVAI Center.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Selamat Jalan Mr Crack

DI dunia yang dihuni tujuh miliar penduduk, ada segelintir orang -- mungkin tak sampai selusin -- yang disebut dengan jenaka sebagai gipsy aeronautics. Orang-orang
Opini

Joshua Wong, Tokoh Utama Demo Hong Kong

IA ditangkap. Ia dibebaskan. Ia dilarang pergi ke luar negeri. Ia diizinkan pergi.Itulah hebatnya hukum di Hongkong. Peninggalan Inggris.Joshua adalah salah satu tokoh utama
Opini

Tentang Perlindungan Anak

INI kejadian tahun 2010. Sorang anak kecil datang menghampiri saya dan menawarkan payung untuk saya bisa menerobos hujan keluar dari stasiun BusWay. Saya tersenyum
Opini

Pemerintahan Yang Berubah

PERNAHKAH kita menyelami bahwa keberadaan pemerintah tidak lain dimaksudkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Namun, seringkali kita meragukan bahwa penyelenggaraan pemerintahan telah berjalan dengan
Opini

Mengenal Kaltim Calon Ibu Kota Kita

TAHUKAH anda bahwa satu satunya lahan di Kalimantan Timur yang tidak dikuasai penambang dan HTI (Hutan Tanaman Industri) adalah Balikpapan. Merujuk salinan Dinas Energi dan
Opini

Ibu Kota Baru

SAYA tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi ibu kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu.Di Kaltim ada
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka