Bugis Street di Singapura berasal dari Pelaut Bugis Perantauan

Kampung Bugis di Singapura - Foto: Istimewa

TERKINI.id, – Bugis Street adalah salah satu tempat tujuan wisatawan di Singapura. Tempat ini terkenal sebagai salah satu pusat belanja murah dan lengkap di Singapura. Lokasinya terletak di antara Rocchor, Victoria dan Queen Street.

Lokasi Bugis Street sangat strategis dicapai, baik yang masuk ke Singapura melalui Marina Bay, melalui bandara Changi, maupun dengan bis dari Malaysia.

Area ini bahkan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari China Town, Orchard, Clark Quay, Little India maupun Kampung Glam.

Pelaut Bugis ke Singapura

Sejarah Bugis Street berawal pada saat Singapura masih bernama Temasek, yang terkenal sebagai kota pelabuhan. Itu yang menyebabkan banyak imigran dari berbagai etnis tertarik datang dan berdagang. Pedagang dan pelaut ulung Bugis juga berkumpul di sini.

Pada tahun 1829, pelaut dari Bugis & Makassar membawa rempah-rempah dan emas menggunakan perahu Phinisi, menyeberangi lautan untuk berdagang di Singapura.

Kedatangan pelaut-pelaut Bugis tersebut sekaligus membentuk komunitas Bugis yang bermukim di kampung Bugis atau Bugis Village. Daerah tersebut dikenal memunculkan pedagang, pahlawan dan tokoh baru yang berperan dalam sejarah Negara Singapura.

Baca :Kebudayaan Bugis, pembagian Gender lebih dari dua

Pada tahun 1950-an hingga 1980-an merupakan masa keemasan Bugis Street. Sebagai pusat jajanan kaki lima dan pasar malam, yang menjual aneka makanan cita rasa lokal, minuman beralkohol dengan harga murah dan cinderamata.

Bugis Street berkembang menjadi tempat prostitusi dan perjudian pada tahun 1970-an. Hal itu terjadi karena tempat ini sering dijadikan tempat berlibur oleh tentara Amerika Serikat saat perang Vietnam dahulu.

Relokasi Pedagang

Hiruk-pikuk dan gemerlap malam sepanjang Bugis Street pun sirna ketika Urban Redevelopment Authority (URA) memulai pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) pada tahun 1985. Kawasan Bugis Street dihancurkan.

Pedagang direlokasi ke tempat lain untuk dapat meneruskan usaha mereka. Dunia pariwisata Singapura kehilangan salah satu tempat wisatanya yang sangat populer.

Pada tahun 1987, Singapore Tourism Board memulai kembali usaha untuk merevitalisasi Bugis Street yang pernah menjadi ikon pariwisata Singapura.

Mereka membangun pusat perbelanjaan modern Bugis Junction. Pembangunan Bugis Junction mengintegrasikan pusat perbelanjaan, menara perkantoran dan hotel Inter Continental Singapore, yang berada di atas MRT Bugis.

Baca :Mengenal lebih dekat Suku 'Mangkasara' yang berjiwa penakluk

Saat ini Bugis Street disebut-sebut sebagai lokasi belanja jalanan terbesar di Singapura. Meskipun jalanan bukanlah tujuan wisata yang terkenal di kalangan wisatawan, namun Bugis Street sering dikunjungi oleh banyak orang.

Berikut video Sejarah Kampung Bugis di Singapura