Buntut pembunuhan warga Palestina, negara-negara Islam diajak Erdogan serang Israel

erdogan, serang, israel

Terkini.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajak negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Negara Islam (OKI) untuk serang dan menggempur Israel.

Menurut dia, Israel perlu digempur dari semua penjuru.

Ajakan Erdogan tersebut menyusul aksi pembunuhan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, terhadap lebih dari 60 warga Palestina.

Insiden pembunuhan terhadap puluhan warga Palestina tersebut terjadi pada pertengahan Mei 2018 lalu, saat demo penolakan Kantor Dubes Amerika di Yerussalem.

Baca juga: Jangan kagum dulu dengan Arab Saudi, 7 fakta ini justru

Baca juga:

Akibat dari sikap tersebut, hubungan antara Turki dengan Amerika Serikat (AS) pun memanas. Padahal, selama ini, Turki menjalin sekutu dengan AS.

Batalkan penjualan pesawat

AS sendiri sebelumnya pernah membuat kesepakatan penjualan jet jet tempur berteknologi siluman F-35 Lightning II ke Turki.

Namun, dengan sikap Erdogan tersebut, tampaknya penjualan itu dibatalkan.

Meski begitu, dalam waktu dekat Turki akan menerima sistem senjata pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Tidak hanya rudal S-400 yang akan dibeli Turki dari Rusia. Turki juga membeli sejumlah jet tempur berteknologi siluman Su-57 produksi Rusia yang kemampuannya diperkirakan lebih unggul dibandingkan F-35 yang juga dimiliki oleh Israel.

Basmi teroris

Turki tidak cuma gencar untuk melawan Israel.

Turki juga berjanji akan membasmi teroris dari Eufrat Timur seperti yang dilakukan oleh pasukan Turki di sebelah barat sungai. Itu disampaika Perdana Menteri Binali Yildirim pada Kamis.

“Bagian barat Eufrat sudah aman. Bagian timurnya juga akan diamankan. Tidak ada cara lain. Kita tidak bisa hidup berdampingan dengan teror. Kita tidak mengizinkannya,” kata Yildirim sebagaimana dilasnir AAcom.

Dia saat itu sedang berada di provinsi Giresun di Laut Hitam untuk menghadiri apel politik.

“Kami telah melaksanakan Operasi Perisai Eufrat dan Operasi Afrin. Ini bukan tugas kecil. Berkat Allah, kita menghancurkan lingkaran teror ini yang berupaya untuk berdiri di perbatasan selatan kami,” ungkap Yildirim.

Operasi Perisai Eufrat berlangsung dari Agustus 2016 sampai Maret 2017 untuk menumpas ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Komentar

Rekomendasi

Soal Keputusan Ibadah Haji 2020, Ini Pernyataan Pemerintah Arab Saudi

Komunitas Adat di Indonesia Juara Equator Prize 2020

Selain George Floyd, Polisi AS Juga Tewaskan 7 Ribu Lebih Warga Sipil Dalam 7 Tahun

Dokter di Italia Ungkap, Virus Corona Sudah Lemah dan Tidak Lagi Mematikan

Akibat Polisi Siksa Pria Kulit Hitam, Kerusuhan Kini Meluas Hampir di Seluruh AS

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar