Bupati Bone harus beri sanksi oknum Satpol PP penganiaya penyandang disabilitas

Andi Takdir (Baju hitam) mendorong kursi roda saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Bone

TERKINI.id, MAKASSAR – Pengurus Lembaga Perlindungan Hak-Hak Sipil (LPHS) Makassar,  meminta Bupati Bone memberi sanksi kepada oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bone yang telah melakukan penganiayaan terhadap penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas daksa kinetik, Andi Takdir (30 tahun) dianiaya di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu 23 Desember 2017.

Ketua LPHS Makassar Djaya Jumain mengatakan, tindakan arogansi oknum Satpol PP kepada Takdir yang juga Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone adalah tindakan yang tidak terpuji. Apalagi aksi pemukulan itu disaksikan langsung oleh anak korban yang masih dibawah umur.

Aksi yang tidak terpuji yang di duga dilakukan oleh oknum Satpol PP Bone harus diproses hukum dan LPHS Makassar mendukung proses itu.

“Kami minta kepolisian memproses secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Bang Jaju, sapaan Djaya Jumain, Selasa 26 Desember 2017.

Dilansir sejumlah media online di Sulsel, video kasus dugaan penganiayaan itu terhadap Takdir beredar di salah satu grup chatting, Telegram wartawan Bone.

Baca :Terbatas fisik, 4 penyandang disabilitas ini torehkan prestasi mentereng

Dalam video itu oknum anggota Satpol PP memukul bagian kepala korban. Kejadian ini bermula sekira pukul 22.15 Wita setelah Ketua PPDI Bone itu protes tindakan sejumlah anggota Satpol PP yang hendak membubarkan aktivitas menari yang dilakukan salah satu komunitas di Lapangan Merdeka Watampone.

“Ini menjadi bukti awal untuk memproses pelaku,” tutup Bang Jaju.