Bupati Bulukumba serahkan RAPBD 2018. Ini nilainya

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, pada hari ini Kamis (7/12/2017) menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Bulukumba tahun anggaran 2018 kepada DPRD Bulukumba. (Ist)

TERKINI.id,BULUKUMBA – Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, pada hari ini Kamis (7/12/2017) menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Bulukumba tahun anggaran 2018 kepada DPRD Bulukumba. Adapun nilai Rancangan APBD Bulukumba 2018 tersebut senilai Rp1,499 Triliun

“Rencana pendapatan daerah sebagaimana yang dituangkan dalam Rancangan APBD Bulukumba 2018 senilai Rp1,499 triliun,” kata Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, saat menyampaikan pidato laporannya di gedung DPRD Bulukumba.

Dalam pidato pengantar keuangan RAPBD 2018, Bupati Bulukumba juga merinci Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2018 ditargetkan Rp186,3 miliar, dana perimbangan sebesar Rp1,067 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp246,360 miliar.

Sementara itu, alokasi belanja daerah di 2018 terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung. Alokasi belanja tersebut terkait dengan pengeluaran untuk kebutuhan belanja gaji pegawai serta kebutuhan belanja yang secara langsung terkait

Penyerahan draf RAPBD 2018 berlangsung dalam Sidang Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bulukumba, Hamzah Pangki. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan 3 buah RANPERDA yaitu Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, serta Ranperda tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan. Pihak DPRD pun juga mengajukan ranperda inisiatif tentang Pengelolaan Sampah.kepada pihak eksekutif

Baca :Kopel Bulukumba minta polisi dan kejaksaan selidiki Bimtek DPRD di Semarang

Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki mengatakan aturan pengelolaan sampah menjadi penting oleh karena laju pertumbuhan dan perkembangan penduduk semakin meningkat, olehnya itu dibutuhkan pengelolaan sampah yang lebih baik dengan membuatkan regulasi pengaturannya.

“Jika sampah tidak tertangani dengan baik, lanjut Hamzah Pangki, maka akan menimbulkan berbagai efek seperti gangguan kesehatan, bisa menjadi sumber kebakaran, dan dapat menimbulkan banjir karena adanya tumpukan sampah di saluran air”, ujar politisi senior di Butta Panrita Lopi ini.

Echa Panrita Lopi