Bupati Indah Beli 5 Ton Beras Gapoktan Pakai Uang Pribadi untuk Dibagikan ke Warga

Terkini.id, Luwu – Di tengah wabah pandemi Covid-19, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melakukan aksi pembelian beras untuk dibagi-bagikan kepada warga.

 

 

Baca Juga: Varian Delta Belum Beres, Jokowi Peringatkan Kemunculan Varian Baru Lebih...

Indah Putri Indriani awalnya meninjau pabrik penggilingan padi yang dikelola Gabungan Kelomok Tani (Gapoktan) Karya Tani di Desa Sukaraya Kecamatan Bone-bone, Sabtu 18 April 2020

 

Baca Juga: Lanjutkan PPKM Level 4, Jokowi: Ada Pelonggaran untuk Usaha Kecil

Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang menjadi salah satu perhatian khusus di tengah pandemi Covid-19.

 

Bukan cuma meninjau, Indah Putri Indriani yang karib disapa IDP ini juga memborong beras yang digiling Gapoktan Karya Tani sebanyak 5 ton.

Baca Juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Mulai 26 Juli hingga 2 Agustus...

 

“Biaya pembelian sudah ditransfer langsung ke rekening saya melalui rekening pribadi Ibu Bupati,” kata Suswantopo selaku pemilik pabrik penggilingan padi Gapoktan Karya Tani.

 

Menurut rilis tertulis, Siswanto mengatakan nantinya beras yang dibeli ibu bupati akan dibagikan ke warga.

 

Siswanto juga mengucapkan terima kasih atas adanya kunjungan sebagai bentuk perhatian Bupati Indah kepada Gapoktan Karya Tani dan masyarakat.

 

Usai mengadakan tinjauan, bupati yang tak malu disebut anak petani ini optimistis ketersediaan pangan masyarakat akan terjamin.

 

IDP juga menambahkan, berdasarkan data yang diterima dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Alauddin Sukri disebutkan bahwa persediaan pangan aman dalam dua bulan ke depan.

 

“Ketersediaan pangan dari petani kita saat ini mencapai 977 ton. Apalagi kita juga belum mencapai puncak panen yang nanti baru akan masuk di pertengahan bulan April,” kata Indah.

 

Dengan demikian Indah menyimpulkan ketersediaan stok beras untuk pemenuhan kebutuhan pokok selama menghadapi wabah Covid-19 dipastikan aman.

 

Pada kesempatan tersebut, IDP juga mengadakan program pengendalian inflasi terutama saat menjelang perayaan hari besar.

 

Program ini dilakukan dengan memaksimalkan dua komoditas, yakni terong dan cabai yang dianggap sangat memengaruhi inflasi dan sangat bermanfaat di saat pandemi.

 

“Selain cabai dan terong, kami juga mendorong diversifikasi pangan seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian,” tambah IDP.

 

Selanjutnya dengan didampingi Kepala DKP, Indah membagikan bibit terong dan cabe ke rumah-rumah warga.

 

“Saat ini kami menggagas program dupoly untuk setiap rumah warga,” kata Indah.

Bagikan