Buruh pelabuhan Parepare harap Pelindo bantu perbaikan gerobak angkut mereka

Aktifitas pelabuhan Kota Parepare./Arsyad

TERKINI.id, PAREPARE – Sejumlah buruh Pelabuhan Nusantara Kota Parepare berharap PT Pelindo memfasilitasi perbaikan gerobak angkut yang mereka gunakan saat ini. Permintaan ini berdasarkan adanya kebijakan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare yang mewajibkan ukuran semua gerobak di Pelabuhan Nusantara serupa.

Salah seorang buruh, Kaharuddin mengatakan pihak KSOP meminta setiap gerobak angkut memiliki ukuran panjang 150 cm, lebar 90 cm dan sandaran 50 cm, termasuk gagangnya hanya 70 cm.

“Sebagai warga yang cari makan di pelabuhan kami setuju, tapi kami minta tolong kalau bisa Pelindo memfasilitasi teman-teman,agar bisa dibantu untuk renovasi grobak. Bayangkan kami membutuhkan dana Rp 200 ribu persatu grobak untuk mengubah ukurannya,” kata Kaharuddin`

Sedangkan, lanjut Kaharuddin batas waktu untuk renovasi gerobak ke ukuran sesuai standar dari KSOP yakni sampai tanggal 15 Agustus. Selain ukuran, warna gerobak yang beroperasi di pelabuhan Parepare wajib berwarna oranye.

Kaharuddin menuturkan, selama ini gerobak yang ia dan rean buruh yang lain gunakan mengangkut barang untuk menaikkan maupun menurunkan barang dari kapal melebihi kapisitas daya angkut mobil.

Dihubungi terpisah Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Yasser Aslan Tjanring mengaku memang ada pertemuan dengan stakeholder di pelabuhan beberapa hari lalu. Agendanya membahas tentang keseragaman grobak yang beroperasi di pelabuhan.

“Jadi semua grobak sama besarnya tidak bolejh ada yang besar, semua sama,” kata Yasser.

Dalam pertemuan itu, Yasser mengaku sempat mengusulkan kepada PT Pelindo Parepare untuk membantu para buruh dalam renovasi grobak melalui dana CSR perusahaan BUMN tersebut. Pertimbangannya, bagaimana pun buruh pelabuhan adalah mitra kerja yang secara tidak langsung ikut andil dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di pelabuhan.

“Setidaknya buruh turut andil dalam mendukung kenyamanan dan kondusifitas pelabuhan, makanya saya sempat mengusulkan ke perwakilan Pelindo agar bagaimana buruh tidak terlalu terbebani dengan kebijakan itu, Pelindo memfasilitasi perbaikan atau renovasi kembali grobak buruh, karena bagaimana pun buruh menjadi mitra Pelindo dalam mendukung ketertiban di pelabuhan,” katanya.

“Daripada dana CSR Pelindo disalurkan ke pihak luar, kenapa tidak disalurkan kepada stakeholder pelabuhan seperti buruh. Tapi pihak Pelindo dari Makassar bilang katanya tidak ada dana seperti itu,” ia melanjutkan.

Yasser mengungkap, sesuai laporan para buruh dan pemilik gerobak, biaya renovasi gerobak mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

Saat ini yang terdata buruh ataupun pemilik grobak di Pelabuhan Parepare mencapai 108 orang.

Sementara itu GM Pelindo Parepare Yusida Palesang menegaskan, Pelindo tidak memiliki dana untuk membantu perbaikan grobak dalam bentuk dana CSR. Sebab dana CSR itu untuk kepentingan umum.

“Kami juga tidak punya kewenangan untuk menyalurkan dana CSR karena itu ada di kantor pusat dan penyaluran dana CSR itu untuk masyarakat umum dan prosesnya agak lama,” kata Yusida.

Berita Terkait
Komentar
Terkini