Bustanil Tantang Timsel Adu Pengetahuan Kepemiluan

Bustanil Nassa, Pendaftar calon anggota KPU Jeneponto yang digugurkan Timsel di tes wawancara.

Terkini.id,Jeneponto – Menganggap Tim seleksi 1 tahap VII calon anggota KPU kabupaten Jeneponto tidak profesional,  Bustanul Nassa, SHi, MH tantang Timsel adu pengetahuan.

“Saya siap menantang Timsel untuk Adu Pengetahuan terkait dengan materi Seleksi, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Ketatanegaraan, Kepartaian, dan Kepemiluan,” kata Bustanil Nassa kepada terkini.id, lewat pesan whatsappnya, Rabu, 12 Desember 2018.

Tantangan itu diungkapkan Bustanil karena kekecewaannya terhadap yang menjatuhkannya diseleksi wawancara,” Saya siap tantang Timsel,  Sebab, telah menjatuhkan saya di Seleksi Wawancara, Timsel harusnya Profesional dan Berkompeten di dalam Pengambilan Keputusan,” jelas Bustanil.Bustanil menambahkan, ketidak profesional Timsel ditunjukkan pada pengambilan keputusan disetiap tahapan seleksi.

“Dari hasil seleksi computer assisted tes (CAT), saya diurutan kedua dengan nilai 64,80, nilai saya memenuhi Syarat Ambang Batas kelulusan Tes CAT berdasarkan Kep. KPU RI No. 227/PP.06-KPTS/05/KPU/III/2018, mengapa saya tidak lolos di Tes Wawancara sementara peserta lain yang tidak memenuhi Ambang Batas/Passing Gruade, justru lolos tes Wawancara, ada apa,” tutur Bustanil Nassa yang merupakan Kordiv. HPP Panwaslu Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.

Bustanil juga menanggapi terkait ditetapkannya tiga pejabat pemerintahan yang diduga kuat tidak mengundurkan diri dari jabatannya.

“Terkait tiga pejabat yang lolos seleksi penelitian administrasi, pada cacat Administrasi, karena jelas pada persyaratan pendaftaran calon anggota KPU Jeneponto periode 2018-2023, yang diumumkan Timsel, tanggal, 2 November 2018 Nomor : 156/PP.06-Pu/73/Timsel/Kab/XI/2018, pada huruf j, mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan,dan/atau badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah pada saat mendaftar sebagai calon,” ungkapnya.

Untuk itu dia meminta KPU RI untuk bertindak tegas dengan memecat Timsel I tahap VII calon anggota KPU Jeneponto,”Meminta Kepada KPU RI untuk Memecat Timsel I tahap VII Kabupaten Jeneponto, menganulir semua Keputusan Timsel, serta meminta kepada KPU RI untuk mengambil alih dan/atau mengawasi dengan ketat proses seleksi yang dilakukan oleh Timsel, yang di Ketuai Tasrifin Tahara,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Timsel I Tahap VII calon anggota KPU Jeneponto,Ratna Kahali mengatakan, Seluruh tahapan telah dilalui oleh setiap calon anggota KPU Jeneponto sesuai dengan aturan.

“Di setiap tahapan  ada peserta yang belum berhasil atau gugur, ada 62 orang yang mendaftar, di penilaian administrasi gugur 22 orang menjadi 40 orabg,  di test Cat lulus 30 orabg gugur 10 dengan skoring terendah,  test phisiko 30 orag dan lima orag gugur,  25 orang maju  test kesehatan dan dilanjutkan wawancara 10 orang dinyatakan lulus,  10 orang akan mengikuti test di KPU pusat dan akan memilih 5 orag untuk menjadi Komisioner KPU Jeneponto,” kata Ratna Kahali kepada terkini.id, Rabu, 12 Desember 2018 lewat pesan Whatsappnya.

Ditanya terkait adanya dugaan tiga pejabat pemerintahan yang diduga kuat tidak mengundurkan diri dari jabatannya saat mendaftar calon, Ratna Kahali mengatakan itu sudah di jawab di pemberitaan di media massa yang lalu.

“Tahapan memilih 10 besar sudah diumumkan tinggal satu tahapan seleksi untuk memilih 5 orag yang akan terpilih menjadi komisioner dan akan di lakukan di pusat,” jelasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini