Cara mendapatkan air bersih, berenang sampai muara

Sedikitnya ada empat warga desa di sepanjang Sungai Mandar yang masih kesulitan air bersih. Paling susah dan jauh dari sumber air adalah desa yang terletak dekat muara sungai / Yusuf Wahil

Terkini.id, Makassar – Setelah jalan kaki sejauh 4 kilometer, perempuan Mandar di Desa Lekopa’dis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, masih berusaha mencari sumber air bersih yang bagus.

“Caranya mereka gali sumur-sumur kecil di pinggir sungai, kira-kira berdiameter 50 sentimeter. Kemudian airnya disaring masuk ke dalam jeriken,” kata Yusuf Wahil, fotografer yang mengikuti perjalanan pencari air, Selasa 27 Maret 2018.

Alat yang digunakan untuk menyaring air sangat sederhana. Hanya menggunakan kain dan corong plastik.

Kegiatan mencari air bersih ini sudah puluhan tahun dilakukan warga. Karena air sungai hanya bisa digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus.

“Tidak bagus untuk diminum,” kata Yusuf.

Warga menyaring air dari sumur kecil di pinggir sungai / Yusuf Wahil

Sebagian warga yang tinggal di dekat Sungai Mandar beruntung bisa beli mesin pompa. Mengalirkan air dari sungai ke rumah. Tapi airnya juga hanya untuk mencuci pakaian atau mandi. Untuk minum tetap berusaha mencari air bersih atau membeli dari pencari air bersih.

“Makanya ada pencari air bersih yang bisa membawa ratusan jeriken. Selain untuk konsumsi sendiri, sebagian untuk dijual,” ujar Yusuf.

Sedikitnya ada empat warga desa di sepanjang Sungai Mandar yang masih kesulitan air bersih. Paling susah dan jauh dari sumber air adalah desa yang terletak dekat muara sungai.

Foto warga berenang sejauh 4 kilometer, demi membawa pulang air bersih viral saat peringatan hari air sedunia. Foto telah dipublikasikan media nasional dan media asing. Bertepatan semua warga dunia membahas persoalan air.

“Paling banyak media asing,” kata Yusuf.

Warga Desa Lekopa’dis akan istirahat mencari air bersih jika musim hujan tiba dan air sungai meluap. “Air bersih diperoleh dengan cara menampung air hujan,” ujar Yusuf.

Yusuf berhasil mendokumentasikan perjuangan perempuan Mandar di Desa Lekopa’dis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Foto diambil selama dua hari. Tanggal 20 – 21 Maret 2018, jelang peringatan hari air dunia.

Foto Yusuf membuat orang yang melihat kagum. Sekaligus miris, karena 73 tahun Indonesia merdeka, masih banyak warga kesulitan mengakses air bersih. Untuk mendapatkan air bersih warga harus bertaruh nyawa. Saat berenang, warga bisa tenggelam karena kelelahan, terseret arus, atau diserang binatang buas.

Berita Terkait
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
[tdcn-comments title="Komentar" post_id="76426" get="20" border="true" auto_load="true" order="ASC"]
Terkini