Cara Mengatasi Stres Akademik yang Kerap Jadi Penyebab Gagal Ujian UTBK

Terkini.id, Makassar – PT Tentor Inovasi Semesta (Tentor) pada Sabtu 14 Desember 2019 bertempat di Yayasan BaKTI, menggelar Bedah Soal (High Order Thinking Skill) HOTS TPS dan Seminar cara mengatasi stres akademik.

Acara yang dimulai Pukul 09.00 WITA ini dihadiri 40 siswa kelas XI-XII dari berbagai sekolah SMA/MA/SMK di Kota Makassar.
Soal-soal HOTS dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) seolah jadi hal yang amat sulit dijawab sebab tingkat kesulitannya yang menatang analisis siswa.

Dalam acara bedah soal HOTS TPS siswa dibiasakan untuk mengerjakan soal-soal HOTS sehingga sewaktu mendapat soal HOTS akan dengan mudah dijawab. Soal-soal HOTS juga dibedah dengan metode menarik oleh Super Tentor yang ahli dibidangnya.

Dalam acara ini juga siswa dibekali bagaimana mengenali stres akademik. Selaku pemateri Nur Alisha Anindita (Alisha), Consultant & Development Student (CDS) Tentor menjelaskan bahwa umumnya, stres akademik sangat rentan dialami pelajar yang berada pada tahap perkembangan fisik maupun psikologis yang masih labil.

Stres akademik akan muncul saat harapan untuk pencapaian prestasi akademik meningkat, tugas yang tidak sesuai dengan kapasitas siswa, bermasalah dengan teman dan bosan dengan pelajaran.
Celakanya banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam situasi yang stres.

“Harus memang kita akui, kadang secara tidak sadar atau tidak, kita dalam kondisi yang stress”. Ucapnya.

Setidak-tidaknya ada empat macam stress akademik yang disebabkan oleh beberapa aspek, yakni Physical Demands (Tuntutan Fisik),Task Demands (Tuntutan Tugas), Role Demands (Tuntutan Peran) & Interpersonal Demands (Tuntutan Interpersonal).

Sedang gejala stress akademik ditandai dari 4 hal, seperti Reaksi Fisik meliputi sakit perut, mudah lelah, memegang benda dengan erat, otot tegang, sakit kepala.

Pikiran meliputi bingung atau pikiran kacau, pelupa, tidak punya tujuan hidup, berpikir negatif, prestasi menurun, kehilangan harapan, merasa tidak berguna, merasa tidak menikmati hidup, sulit berkonsentrasi, sulit membuat keputusan dan juga tidak punya prioritas.

Perilaku diantaranya gugup, suka bohong, suka bolos, tidak disiplin, tidak peduli terhadap materi, suka menggerutu, sulit konsentrasi, malas belajar, tidak mengerjakan tugas, suka mengambil jalan pintas, tidak punya keterampilan atau kompetensi, suka menyendiri, menghindari situasi stres, insomnia dan juga menyalahkan orang lain.

Reaksi Emosi seperti mudah marah, panik, mudah kecewa, tidak ada rasa humor, gelisah dan merasa ketakutan.

Tidak hanya itu, Alisha juga membekali siswa-siswa untuk menjadi problem solver untuk masalah orang lain.

Dalam sesi akhir Alisha memberikan tips mengatasi stress akademik diantaranya banyak terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan juga menulis sebagai bagian dari penyebuhan dari kondisi stress, dengan menulis emosi yang tertahan dalam diri bisa tumpah dan tersalurkan.

Besar harapan setelah mendengarkan dengan seksama penjelasan stres akademik siswa jadi punya solusi konkret untuk mengatasinya, terlebih mengarahkan diri mereka ketika kondisi stress ke arah postif bukan malah sebaliknya.

Komentar

Rekomendasi

Viral, Rombongan SPG Kesurupan Massal Dalam Mobil Usai Singgah di Telaga Golf

Begini Kronologi Kejadian Moncong Ikan Tancap Leher Remaja Nelayan, Untung Tak Dilepas

Disepakati DPR, Pemerintah Bakal Hapus Tenaga Honorer

Hadir di Makassar Bersastra, Deng Ical Ajak Pecandu Aksara Kampanyekan Literasi Digital

Beginilah TVRI

Prudential Luncurkan Dua Produk Asuransi Baru di Makassar, Bisa Lindungi Resiko Sakit Kritis

Leher Tertancap Ikan, Remaja Ini Diselamatkan Dokter RS Wahidin

Begini Nasib Pendidikan Anak Disabilitas di Indonesia

Adian Napitupulu Putar Rekaman CCTV: Petugas KPK Langsung Pergi saat Ditanyai Satgas PDIP

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar