Cegah Penyebaran Hoaks, WhatsApp Mulai Batasi Pesan Terusan

Pesan terusan
WhatsApp. (foto: suara.com)

Terkini.id – Aplikasi pesan sejuta umat, WhatsApp, kini semakin sering jadi sorotan publik menyusul maraknya fenomena penyebaran berita palsu di India yang disebut melibatkan aplikasi milik Facebook tersebut.

Dilansir dari daily social, Sabtu, 27 Juli 2018, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pengembang WhatsApp mengonfirmasi langsung melalui situs resminya, bahwa mereka sedang melakukan pengujian baru untuk membatasi penggunaan pesan “Forward (terusan)” di WhatsApp.

Menurut situs resmi WhatsApp, negara India menjadi negara paling banyak mengirimkan pesan terusan ketimbang negara lain.

WhatsApp
Aplikasi WhatsApp. (foto: vikatan.com)

Pengujian pembatasan terusan mencakup rencana untuk membatasi jumlah obrolan yang dapat diteruskan hingga lima orang dan menghapus tombol “Quick Forward” di sebelah pesan media.

Untuk versi global sendiri, WhatsApp akan membatasi jumlah pesan terusan hanya ke 20 grup. Langkah ini menandai perubahan besar pada arsitektur aplikasi yang belakangan semakin sering digunakan untuk percakapan politik dan penyebaran berita oleh 1,5 miliar orang di seluruh dunia, sekaligus salah satu bentuk jawaban atas desakan publik.

Baca :TV Ternyata Bisa Pengaruhi Mimpi Manusia, Ini Penjelasannya

Kendati fitur ini tidak secara instan memberantas praktik penyebaran berita palsu, tetapi dengan pembatasan ini diharapkan membuat pengguna berpikir ulang untuk meneruskan pesan berantai tanpa ditelaah terlebih dahulu kebenarannya.

Whatsapp
Aplikasi WhatsApp di Gadget. (foto: inspiradata.com)

Dilansir dari laman indian times ada lebih dari 20 orang tewas akibat tudingan penculikan anak atau kejahatan lainnya yang beredar melalui pesan berantai di WhatsApp.

Pemerintah India dikabarkan telah memberikan peringatan kepada WhatsApp yang direspon dengan peluncuran fitur baru berkenaan dengan isu tersebut.

Salah satu fitur terbaru di WhatsApp yang berkenan dengan isu tersebut adalah fitur label khusus untuk pesan yang diteruskan. Fitur baru ini bertujuan membantu pengguna mengidentifikasi keaslian pesan.