Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Sulsel Bentuk Program Gammara’ta

Terkini.id — Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi Kronis, sehingga anak terlalu pendek dari usianya.

Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah anak lahir. Anak yang menderita stunting berdampak tidak hanya pada fisik yang lebih pendek saja, tetapi juga pada penurunan kecerdasan dan produktivitas di usia dewasa sehingga masa mendatang akan menjadi beban Negara.

Untuk mencegah stunting dan dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui program Gammara’ta (Gerakan Masyarakat Mencegah dan Memberantas Stunting), meluncurkan kegiatan pendampingan gizi di 70 desa Lokus Stunting Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Bone.

“Fokus Kegiatan Pendampingan gizi adalah mendampingi keluarga dengan sasaran umur kelompok 1000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso, Kamis 16 Januari 2020.

Tujuan dari program pendampingan gizi adalah untuk melaksanakan intervensi penanggulangan stunting di tingkat masyarakat secara terintegrasi.

Tahap awal kegiatan pendampingan gizi dimulai dari proses rekrutmen tenaga gizi pendamping desa yang proses seleksinya dimulai pagi tadi Tanggal 15-21 januari 2020 di Aula Krida Nirmala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Jumlah Peserta yang diseleksi adalah 122 orang dari berbagai jenjang pendidikan profesi gizi.

“Tenaga gizi pendamping desa yang lulus seleksi nantinya akan ditempatkan di 40 desa Lokus stunting Kabupaten Bone dan 30 Desa Lokus stunting Enrekang,” ungkapnya.

Tenaga Pendamping Gizi Desa yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan teknis dibawah bimbingan Universitas Hasanuddin dan Poltekkes Makassar.

Diharapkan akan mulai bertugas di Desa Lokus pada pertengahan bulan Februari 2020.

“Target pemerintah provinsi melalui program Gammara’ta adalah menurunkan prevalensi stunting dari 35,6 persen tahun 2018 menjadi 19,5 persen di tahun 2023,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Anies Baswedan Sebut Andi Sudirman Sulaiman Sosok Wagub Muda dan Dinamis

Resmi Nahkodai MKGR Sulsel, Taufan Pawe: Kita Harus Terdepan Dulang Aspirasi Warga

Taufan Pawe Satukan Nurdin Abdullah dan Nurdin Halid di MKGR Sulsel

Pemprov Sulsel Raih Akreditasi A dari BKN RI

Resmikan Mal Pelayanan Publik Masiga Barru, Nurdin Abdullah Dampingi Menpan RB

HUT Barru ke-60, Nurdin Abdullah Serahkan Bantuan Keuangan Daerah Rp61,7 Miliar

Tjahjo Kumolo Resmikan Mal Pelayanan Publik Masiga Barru

Musyawarah Provinsi VII Kadin Sulsel Bakal Digelar di Bira Bulukumba

Enrekang Dapat Bantuan Keuangan Rp54,7 Miliar Dari Pemprov Sulsel

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar