[Cek Fakta] Eri, Demonstran Relawan 02 yang Tertembak Tidak Meninggal

Terkini.id, Jakarta – Satu orang demonstran dalam aksi massa di depan Bawaslu, dikabarkan tewas tertembak sejak Rabu 22 Mei dini hari tadi.

Relawan Prabowo-Sandi tersebut disebutkan bernama Eri dai Bantul. Tim relawan Prabowo Sandi beberapa waktu lalu mengklarifikasi bahwa Eri tidak meninggal.

“Innalillahi wa Innalillahi roji’un… Telah Meninggal Dunia Beliau Bpk Eri dari Bantul di antara salah 1 dari puluhan ribu penyeru kebenaran yg gugur di Petamburan saat menyerukan kebenaran.

Insya Alloh Engkau Syahid karena engkau mati dlm membela kebenaran memerangi kecurangan,” tulis salah satu akun facebook, Supra yang mengabarkan tewasnya Eri.

Selain melalui narasi, kabar meninggalnya Eri juga disebarkan melalui video yang beredar, disertai narasi tentang tuduhan Brimob yang brutal.

Just forward for reporting…RALAT BERITAAlhamdulillah, kawan kita saudara Eri yg istrinya orang Bantul, yg terkena tembakan gas air mata dari kesatuan Brimob tadi malam, berhasil diselamatkan dan saat ini berada di bawah perawatan teman" medis di salah satu RS.Sementara kawan kita yg berasal dari ormas FPI Petamburan, benar adanya sudah meninggal 2 orang.

Dikirim oleh Eko Witono pada Selasa, 21 Mei 2019

Beberapa relawan massa, mengklarifikasi bahwa Eri tidak meninggal, tapi cuma pingsan karena gas air mata.

“Alhamdulillah, kawan kita saudara Eri yang istrinya orang Bantul, yang terkena tembakan gas air mata dari kesatuan Brimob tadi malam, berhasil diselamatkan dan saat ini berada di bawah perawatan teman medis di salah satu RS,” tulis Eko Witono.

Salah satu relawan dalam aksi massa tersebut, Jessy Dhea Merlinda, juga mengabarkan kondisi Eri yang tengah dirawat di rumah sakit.

“Maaf, Saudara kita Eri yang dari Bantul tidak meninggal. Hanya pingsan dan hidung berdarah. Terima kasih
Tetap satu komando satu perjuangan,” tulisnya.

Satu Orang Tewas

Meski begitu, hingga saat ini, sudah ada satu orang yang dipastikan tewas dalam kejadian demonstrasi berujung ricuh di depan Bawaslu.

Warga tersebut tewas setelah tertembak di depan Pasar Blok A Tanah Abang.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Dilansir dari tirto.id, korban atas nama Farhan itu meninggal karena luka tembak di leher dan tembus ke belakang.

“Kena tembak peluru, beliau ada di RS Budi Kemuliaan,” kata Dr. Muhammad Baharuddin, salah seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Budi Kemuliaan di depan Ruang IGD.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Biaya Haji Indonesia Paling Murah di ASEAN

Terkini.id, Makassar - Musim operasional haji semakin dekat. Jemaah haji kelompok terbang pertama asal Indonesia dijadwalkan akan diberangkatkan pada 7 Juli 2019 mendatang.Salah satu