Cerita Ali Fauzi: Dari Teroris Menjadi Pembina Mantan Teroris

Ali Fauzi

Terkini.id, Soppeng – Kesbangpol dan Kodim 1423 Soppeng menyelenggarakan pembinaan komsos cegah tangkal radikalisme dan separatisme. Menghadirkan mantan narapidana bom Bali, Ali Fauzi, 6 Agustus 2019.

Ali Fauzi menceritkan kisah saat dirinya menjadi teroris. Menjadi instruktur pembuatan bom di Poso dan Kamp Hudaibiyah di Filipina.

Ali bergabung dengan organisasi Moro Islamic Liberation Front (MILF). Sebagai anggota elit pos bomber di MILF, Ali juga menjadi instruktur perakit Bom.

“Saya dulunya sering mengajari orang cara merakit Bom. Dari Bom yang beratnya 1 Kilo hinga 1 Kontainer. Tapi pada saat melihat korban, saya baru menyadari apa yang saya perbuat itu salah,”

Kini Ali hijrah. Mengubah perilaku yang dulunya sering menebar teror, menjadi orang yang membantu Polri dalam memerangi radikalisme dan terorisme.

Ali mendirikan Yayasan Lingkar perdamaian. Yayasan yang bergerak di bidang Control Flow Integrity (CFI). Menjauhkan dari sifat-sifat destruktif. Termasuk pengeboman, yang sempat dilakukan oleh Ali.

Yayasan merekrut kembali para mantan teroris. Untuk mengajarkan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ali menjelaskan, dulu cara merekrut orang untuk menjadi teroris sangat susah. Harus jalan dari rumah ke rumah. Melakukan tatap muka secara langsung. Tapi saat ini cara rekrutnya lebih mudah.

“Melalui media sosial, mengirim berita hoax yang dapat dipercaya masyarakat,” katanya.

Ketua Satgas Anti Narkoba Kabupaten Soppeng Aulya Rahmat yang juga peserta dalam kegiatan tersebut mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut membuka wawasan masyarakat. Tentang cara teroris bekerja.

“Penting menjaga NKRI kita. Saya menyimpulkan bahwa kita jangan mudah terhasut dengan kata-kata tanpa melihatnya secara langsung, beda mendengar dengan melihat,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

120 Anggota Kodim 1425 Jeneponto Jalani Tes Urine

Terkini.id,Jeneponto - Sebanyak 120 angggota Kodim 1425 Jeneponto ikut serta melakukan tes urine. Ini dilakukan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba