Ini cerita ayah Hanun, bocah korban penculikan di Makassar

Ayah Hanun, Umar Said tampak merenung pasca anaknya diculik siang tadi.

Terkini.id, Makassar – Kasus penculikan anak yang membuat warga kota Makassar gempar. Kejadian penculikan ini terjadi pada Selasa,9 Januari sekitar pukul 11.00 Wita di Jalan Raya Pendidikan, Blok F2 No.12 Kota Makassar.

Ayah korban, Umar Said yang ditemui MAKASSAR TERKINI saat anaknya diculik oleh orang tak dikenal dirinya bersama istrinya Fatma Mangerang sedang berangkat kerja. Dirinya bekerja di Depag Propinsi jalan Nuri Makassar sementara istri bekerja di Bank BTN sebagai seorang teller.

“Saya dapat infonya kalau anak saya diculik setelah menerima telepon dari mertua di Bone. Saya kaget, shock tidak percaya kalau anak saya diculik apalagi selama ini kami sekeluarga tidak punya masalah apa-apa”,ujar Umar Selasa, 9 Januari 2018.

Bahkan diakui Umar apakah sebelumnya punya pirasat buruk yang akan menimpa keluarga ini sama sekali tidak ada tanda-tanda.

Menarik untuk Anda:

“Sama seperti biasa saja, tidak ada sama sekali. Saya juga tidak punya masalah ataupun musuh dengan orang lain. Makanya saya shock mendapat kabar kalau anak semata wayang kami diculi orang tak dikenal”,jelas Umar.

Mohon doanya semua semoga anak saya ditemukan oleh pihak berwajib dan tetap sehat takĀ  kurang sedikit pun”,harap Umar disertai isakan tangis.

Sebelumnya telah diberikan jika melakukan aksi kejahatan ini dengan cara berpura-pura mengantar barang dan mengetuk pintu rumah. Lalu pelaku melakukan aksinya dengan menyekap tante korban dengan cara memborgol dan menyekap menggunakan lakban lalu Hanun dibawa kabur oleh pelaku.

Pantauan MAKASSAR TERKINI, tampak sejumlah kerabat, tetangga, teman, dan masyarakat Makassar tampak terus berdatangan dan memadati ruang tamu dan halaman rumah orang tua bocah malang ini. Bahkan sesekali tampak raut wajah kesedihan diwajah beberapa keluarga korban yang disertai isak tangis.

Hingga berita ini diturunkan, di Tempat Kejadian Perkara belum ada tanda-tanda tentang kabar bocah berusia 1,8 bulan itu. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pencarian dan berkoordinasi langsung dengan pihak TNI. Sejumlah TNI dan Polisi terlihat berjaga-jaga di area rumah korban.

Beberapa masyarakat juga ikut prihatin dengan banyaknya foto dan video hoax yang tersebar di media sosial. Salah seorang warga, Masita mengatakan stop menyebkan berita dan vidoe hoax.

“Tadi ada yang menyebarkan foto pelaku yang penculikan padahal korban belum ditemukan. Selain itu juga beredar video situasi rumah korban terpantau CTTV. Mohon kerjasamanya untuk tidak menyebarkan berita hoax, kasihan keluarganya”,katanya.

Echa Panrita Lopi

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ujian Nasional Berganti Jadi AN, Segini Anggaran yang Disiapkan Kemendikbud

UNESCO Diminta Surati Jokowi Hentikan Proyek Jurassic Park di NTT

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar