Chef Lucky Suherman Bikin Komunitas Pelaku Kuliner, Perkuat Usaha Kuliner di Tengah Pandemi

Founder Komunitas Pelaku Kuliner Chef Lucky Suherman

Terkini.id, Makassar – Chef Lucky Suherman, Executive Chef di MYKO Hotel & Convention Center Makassar membuat Komunitas Pelaku Kuliner (KPK). Untuk memperkuat bisnis kuliner, khususnya menghadapi pandemi.

KPK dibentuk Chef Lucky sejak April 2020. Anggotanya pelaku kuliner UMKM, hotel, restoran, catering, cafe, coffee shop, cloud kitchen, suplier, kaki lima, dan profesional yang bekerja di bidang kuliner. Seperti chef, bartender, barista, dan server.

Bahkan ada Anggota Polri, jaksa, tax advisor, anggota dewan, pimpinan asosiasi kuliner, jurnalis, food blogger, hingga mahasiswa tata boga.

“Total saat ini ada 180 anggota dan masih akan bertambah,” kata Lucky kepada Terkini.id, Rabu 5 Agustus 2020

Lucky yang juga aktif dalam Indonesia Chef Association (ICA) mengatakan, komunitasnya terhubung lewat platform media sosial. Whatsapp, Facebook, dan Instagram.

Menarik untuk Anda:

Grup dibuat untuk memfasilitasi tanya jawab seputar kuliner, usaha resto, UMKM, resep, tips, permasalahan resto, dan perkembangan terkini regulasi pemerintah terkait usaha kuliner.

“Sudah banyak yang minta komunitas ini menjadi organisasi,” katanya.

Dia berharap, komunitas mampu melatih anggota melakukan bisnis kuliner rumahan menjadi UMKM. Dari UMKM menjadi restoran, dan restoran menjadi restoran yang berkelanjutan.

“Itu goal-nya,” ungkap Lucky.

Di tengah pandemi Covid-19, banyak anggota komunitas yang bertanya cara bisa bertahan. Bisa menjadi seperti usaha restoran Gado-gado Boplo, Restoran Angke, atau Bandar Djakarta.

Usaha tersebut sudah 10 tahun masih eksis. Padahal menurut survei, umumnya dari 10 restoran, yang bisa bertahan selama itu hanya dua.

Pertanyaan selanjutnyadari anggota komunitas terkait untung dan rugi. Banyak yang mengaku punya omzet besar. Tapi uangnya tidak terlihat.

Ada juga yang bertanya strategi agar bisnis di tengah pandemi bisa balik lagi seperti dahulu. Untuk itu inovasi seperti apa yang harus dilakukan.

Aturan Komunitas Pelaku Kuliner

Meski masih komunitas di media sosial, KPK menerapkan aturan ketat. Agar tujuan dibentuknya komunitas bisa terwujud.

Adapun larang komunitas KPK adalah :

– Anggota grup tidak boleh posting hal yang berbau Sara, sex, dan politik

– Jika ada pro dan kontra, harus dianggap sebagai pembelajaran. Karena semua pendapat anggota adalah baik

– Untuk iklan boleh tetapi hanya hari sabtu, dari Jam 4 Sore sampai 7 malam. Untuk posting promosi produk

karena grup bertujuan untuk mentoring dan belajar, materi promosi mungkin saja diberikan saran dan kritik untuk perbaikan usaha anggota

– Anggota grup berasal dari Sabang sampai Merauke dan WNI yang berada di luar negeri

– Jika ingin mencari produk, silahkan bertanya di grup. Barangkali ada anggota yang mengetahui

– Setiap hari akan ada Free E-paper koran atau tabloid

– Grup bukan untuk jualan makanan dan minuman. Bisa belajar bersama untuk cara menjual ke pasar

– Tidak sembarang memberikan link grup. Jika sebar tanpa izin, maka akan dikeluarkan dari grup.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Gembira Chocolovers, Chocolicious Indonesia Kini Hadir di Gowa

Kabar Gembira Buat Penikmat Masakan Jepang, Hana Restaurant MYKO Kini Dibuka Kembali

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar