Makassar Terkini
Masuk

China Dapat Teguran, NASA: Tidak Ada Informasi Lintasan Roket Long March 5B

Terkini.id, Jakarta- Roket Long March 5B yang membawa modul inti stasiun luar angkasa China Tianhe, Lepas Landas dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di provinsi Hainan, China 29 April 2021 dikutip dari Cina daily Via reuters pada Minggu, 31 Juli 2022.

Rocket China Long March 5B jatuh ke bumi dan hancur setelah menghantam Samudra Hindia pada Minggu 9 Mei 202.

Laporan mengenai puing-puing roket Long March 5B membuat banyak orang was-was sejak roket itu diluncurkan dari pulau Hainan, China pada 29 April 2021. Kantor Teknik Luar Angkasa Berawak China menyatakan bahwa sebagian besar puing terbakar di atmosfer. Dilaporkan dari Reuters dikutip dari Asia Pasifik pada 31 Juli 2022

Namun kembali muncul sisa puing-puing dari roket Long March 5B seberat 25 ton diduga bagian dari tahap roket Long March 5B milik China jatuh kembali ke bumi mulai melintasi di atas Samudra Hindia pada Sabtu 30 Juli 2022.

“#USEPACECON dapat mengonfirmasi bahwa Long March 5B (CZ-5B) milik Republik Rakyat Cina (RRC) memasuki kembali Samudra Hindia sekitar pukul 10:45 MDT (11.45 WIB) pada 30 Juli 2022,” Komando Luar Angkasa AS mengumumkan lewat kicauannya di Twitter dikutip dari CNN Indonesia Pada 31 Juli 2022.

Badan Antariksa China mengatakan sebagian besar puing-puing telah terbakar Saat memasuki atmosfer di atas laut Solo di antara pulau Kalimantan dan  Filipina.

Namun terdapat kemungkinan jika puing-puing dari roket dapat jatuh menimpa beberapa daerah berpenduduk. 

Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA mengkritik pemerintah China karena tidak segera membagikan informasi lengkap terkait jatuhnya puing-puing roket Long March 5B yang membahayakan bumi.

Administrator NASA Bill Nelson menegur Cina karena tidak memberikan informasi mengenai lintasan roket Long March 5B.

“Tidak membagikan informasi lintasan tertentu karena roket Long March 5B mereka jatuh kembali ke Bumi,” kata Nelson dikutip dari New York Times Minggu 31 Juli 2022.

“Semua negara penjelajah luar angkasa wajib memberikan informasi berupa prediksi risiko dan potensi dari puing-puing yang jatuh ke bumi. Apalagi roket angkat berat, seperti Long March 5B yang beresiko tinggi membahayakan jiwa dan harta benda,” tulis Nelson dikutip dari rmold.id pada Minggu 31 Juli 2022.

Laporan informasi lintasan itu untuk menghindari risiko dampak puing-puing tersebut menewaskan manusia atau bahkan mengakibatkan kerugian materiil.