Cicil rumah Rp 800 ribu untuk kamu pekerja di Makassar; ini syaratnya

Rumah murah

Terkini.id, Makassar – Rumah murah dengan harga Rp100 jutaan, makin berat untuk dijangkau kalangan menengah ke bawah. Itu membuat pemerintah terus menghadirkan rumah bersubsidi melalui kerja sama dengan pengembang dan perusahaan BUMN.

Khusus di Makassar, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, bekerja sama dengan Bank BTN Makassar, dan pengembang lokal, dalam rangka mendukung program penyediaan sejuta rumah murah dari pemerintah.

Para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, kini mendapat kesempatan bermohon rumah murah, melaui Bank BTN. Rumah tersebut tersebar di kabupaten dekat Makassar, seperti Maros dan Gowa. Salah satunya tersedia di Kawasan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Rumah murah di Pattallassang, dikembangkan oleh pengembang lokal, PT Zarindah, tepatnya di Bollangi. Daerah yang disiapkan menjadi Ibu Kota Kabupaten Gowa itu, berjarak sekitar 45 menit dari Kota Makassar.

Menurut Owner Zarindah Group, M Sadiq, ada 500 unit rumah murah yang disiapkan dengan cicilan Rp800 ribu per bulan, selama 20 tahun, melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BTN. Harganya Rp136 juta.

Apa saja syarat untuk mendapat rumah murah bersubsidi ini? Berikut ulasannya:

1. Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Anda harus menjadi pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dalam satu tahun terakhir. Ini juga menjadi upaya BPJS Ketenagakerjaan memperbesar jumlah peserta. Saat bermohon rumah murah di Bank BTN, anda bisa menunjukkan kartu BPJS Anda.

2. Siapkan uang muka Rp 499 ribu

Pekerja yang berminat memiliki rumah subsidi, cukup dengan menyiapkan Down Payment (DP) alias uang muka Rp 499 ribu. Itu berlaku di PT Zarindah, dengan angsuran Rp 800 ribu per bulan flat.

3. Gaji maksimum Rp 4 juta

Dengan cicilan Rp 800 ribu, paling tidak anda harus memiliki gaji Rp 1,8 juta, karena selebihnya untuk belanja harian. Gaji anda tidak boleh lebih Rp 4 juta.

4. Belum punya rumah

Sesuai tujuannya, rumah bersubsidi untuk membantu pekerja memiliki rumah. Jadi, jika Anda terdaftar menjadi debitur KPR, atau memiliki rumah, tentu permohonan Anda ditolak.

5. Tidak punya masalah di bank.

Perbankan memiliki sistem BI Checking. Jika anda pernah mengambil kredit di bank manapun, atau punya kartu kredit yang angsurannya menunggak, maka permohonan KPR anda sulit diterima.

6. Administrasi lainnya.

Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, NPWP dan SPT tahunan PPh juga harus kamu lengkapi untuk mendapat rumah bersubsidi ini.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prediksi The Economist: Hampir Semua Negara G20 Resesi, Kecuali Indonesia dan 2 Negara Ini

Harga Gula Pasir di Kabupaten Bone Meroket, Begini Temuan di Lapangan

Optimalkan Layanan, BNI Syariah Relokasi Kantor Cabang Veteran Makassar

Kena Pajak Cukai, Harga Kantong Plastik Naik Jadi Rp500 Per Lembar di Minimarket

Jiwasraya dan Window Dressing

Dream Tour-Batik Air Buka Penerbangan Makassar-Jeddah, Bidik 20.000 Jemaah Per Bulan

Edhy Prabowo Genjot Rencana Ekspor Benih Lobster: Saya Tidak Akan Mundur

2020, BI Prediksi Ekonomi Sulsel Bakal Lebih Baik dari Tahun Ini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar