Cinta tak direstui, mata pemuda ini dicongkel oleh Ayah dan Kakaknya sendiri

Abdul Baqi
Cinta tak direstui, mata pemuda ini dicongkel oleh Ayah dan Kakaknya sendiri. (foto/dailymail.com)

Terkini.id – Di banyak negara, khususnya di negara-negara Asia, perjodohan perihal percintaan pun masih menjadi suatu tradisi. Walaupun sudah di era modern, sayangnya masih banyak orangtua yang memiliki pikiran tidak terbuka. Bahkan, banyak yang menggunakan kekerasan demi menentang hubungan sang anak.

Cinta terhalang restu orangtua memang bukanlah sesuatu yang asing lagi. Banyak orangtua baik dari pihak si pria maupun wanita yang tak setuju dengan hubungan anaknya lantaran berbagai sebab. Biasanya sebab bisa berupa perbedaan suku, agama, maupun status sosial. Seperti kasus di bawah ini.

Dilansir dari Dailymail, Sabtu, 19 Mei 2018, Abdul Baqi (22), pria asal Naseerabad, Pakistan, harus kehilangan dua bola matanya yang dicongkel dengan sengaja oleh ayah dan kakak kandungnya sendiri.

Baqi disiksa dengan secara keji oleh ayah dan kakak lelakinya hanya karena ingin menikah dengan perempuan pilihan hatinya yang berasal dari Duki, Pakistan.

Abdul Baqi
Abdul Baqi menjalani perawatan di RS setempat. (foto/dailymail.com)

Karena lukanya terlampau parah akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit mata agar bisa segera dioperasi karena bola matanya keluar dari kelopak. Baqi dilarikan ke rumah sakit daerah Quetta untuk mendapatkan perawatan.

Menarik untuk Anda:

Peristiwa tersebut disebabkan karena Ayah dan kakak Baqi tak setuju dengan pilihan Baqi, hingga mereka mengurungnya di dalam kamar agar sang ibu tidak mengetahui Baqi dihakimi oleh keluarganya sendiri.

Saat penyiksaan berlangsung, untungnya polisi berhasil mengamankan ayah dan kakak Baqi. Kini keduanya terancam hukuman penjara dengan pasal penganiayaan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Oknum Bidan Biarkan Seorang Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya, Izin Praktek Dicabut

Partai Berkarya Pecah: Tommy Soeharto Dikudeta, Dukungan Beralih ke Jokowi-Ma’ruf

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar