Curhat Orang Tua Soal Silang Sengkarut PPDB Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Silang sengkarut proses penerimaan peserta didik baru atau PPDB Kota Makassar 2020/2021 jalur zonasi terus menuai polemik.

Warga Ujung Pandang, AG mengeluhkan proses PPDB yang ruwet dan lamban. Dia mengaku panik lantaran tak kunjung menemui jalan keluar.

“Sudah dari kemarin, kita tinggal unggah (upload) tapi tidak bisa. Yang paling parah kalau hari-hari terakhir, pasti makin panik orang,” tuturnya dengan nada kesal, Selasa, 14 Juli 2020.

Ag mengatakan situasi kepanikan muncul lantaran anak-anak sudah terlalu lama berada di rumah. Terhitung, sudah tiga bulan lebih.

“Pasti menggebu-gebu (melakukan pendaftaran),” kata dia.

Menarik untuk Anda:

Ag kesal lantaran saat akan memasukkan data server selalu eror. Ag menilai bukan internet yang tidak mampu melainkan server yang bermasalah.

“Istilahnya kanalnya yang ada dalam server kecil.

Seharusnya, kata Ag, bila server tidak bisa menampung banyak ada penertiban aturan. Sehingga pendaftaran tidak membludak.

Ag mencontohkan bahwa SD lebih dulu diutamakan melakukan pendaftaran. Setelah itu rampung, baru menyusul pendaftaran SMP.

“Kalau begini, tidak ada habisnya. Ibarat lampu merah, menyala saja macet,” pungkasnya.

Sementara, Kasi Aplikasi Diskominfo Kota Makassar Jusman membantah bila yang bermasalah adalah server yang disediakan pihaknya.

“Masih normal di server kami, penggunaan memori, penggunaan prosesor, dan penggunaan storage masih aman-aman saja,” kata Jusman.

Jusman memaparkan, saat ini, web server baru 24 persen yang terpakai, sementara penggunaan kapasitas hardisk baru 29 persen, dan memori baru 38 persen.

“Kalau ada yang mengatakan bahwa bermasalah server. Biasanya kalau ada masalah dilihat kalau sampai 90 persen,” tutur Jusman.

Jusman mengatakan bahwa aplikasi yang mengatur jumlah orang yang mendaftar PPDB. Aplikasi tersebut bekerja di server dan managemen data semua ada di aplikasi.

“Kita sebenarnya tidak mengerti ini aplikasi, karena aplikasi ini bukan Kominfo yang bikin, jadi itu dari kementerian,” kata dia.

Jusman mengatakan, tahun lalu proses PPDB menggunakan aplikasi yang berbeda dan itu berjalan lancar.

“Kalau lihat dua sisi, yang bekerja aplikasi dan server, kalau aplikasi lambat mengirim maka server tertutup,” pungkasnya

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

4 Saksi Penting Kasus Djoko Tjandra Diserahkan ke Polisi, Salah Satunya Aparat

Habib Umar Assegaf Dikeroyok Massa Intoleran, 2 Pelaku Ditangkap

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar