CVR Bersama Jenazah Penumpang Ditemukan, Ini Tanggapan Lion Air

Terkini.id, Jakarta – Lion Air (kode penerbangan JT) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada tim penyelam TNI Angkatan Laut, Komite Nasiional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Apresiasi tersebut terkait ditemukannya salah satu kotak hitam (black box) yakni alat perekam suara di ruang kemudi pilot (Cockpit Voice Recorder/ CVR) berkaitan dengan penerbangan JT-610.

Lion Air juga menerima konfirmasi dengan ditemukan berupa benda lainnya yang diduga adalah bagian dari jenazah (body part).

Baca Juga: Ini Kondisi Terkini AirAsia hingga Lion Air di PPKM: Hentikan...

Lion Air secara resmi telah menyerahkan CVR kepada KNKT dan benda yang diduga body part kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri guna proses lebih lanjut, yang akan dilakukan sesuai prosedur.

Ditemukan Bersama Bagian Tubuh Diduga Korban

Selain menemukan cokcpit voice recorder (CVR) Lion Air, tim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) yang melakukan pencarian, juga menemukan diduga bagian tubuh korban.

Baca Juga: Oknum Pramugara dan Pramugari Lion Air Selingkuh, Istri Sah: Elo...

Kebanyakan yang ditemukan berupa tulang belulang.

“Dan selama proses pengangkatan (CVR), untuk human remains tetap kita angkat semampu yang kita punya dan kita dapat ada sisa-sisa kurang lebih 7 kg. Itu sudah dibungkus dan kita serahkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi apabila memungkinan dan apablia teridentifkasi akan diberikan ke keluarga apabila dikehendaki,” ujar Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dalam jumpa pers di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 14 Januari 2019.

Temuan tersebut menurut Harjo akan diserahkan secara simbolis dari Koarmada I ke perwakilan maskapai Lion Air. Sedangkan identifikasi bagian dari tubuh diduga korban diserahkan ke pihak berwenang.

Baca Juga: Oknum Pramugara dan Pramugari Lion Air Selingkuh, Istri Sah: Elo...

“Untuk mendeteksi tulang siapa, nanti akan diserahkan ke pihak yang punya kemampuan mengindentifikasi kita hanya mampu mengambil apa yang kita lihat,” sambungnya seperti dilansir dari detikcom.

Misi pencarian CVR Lion Air dengan KRI Spica berlangsung sejak Selasa 8 Januari. Selain mengerahkan alat canggih untuk mendeteksi sinyal CVR, para penyelam andal juga diterjunkan.

Bagikan