Danny Pomanto Kesal dengan Sikap GMTD, Ini Sebabnya

Pemkot Makassar melakukan pertemuan dengan Pihak GMTD

Terkini.id, Makassar – Apa yang dilakukan oleh PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) membuat geram Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto.

Pasalnya, lahan Fasilitas Umum (Fasum) yang harus diserahkan GMTD sebanyak 30 persen dari total lahan hanya diserahkan secara bertahap.

Padahal, menurut undang-undang pihak pengembang mewajibkan menyerahkan fasum sepenuhnya bukan secara bertahap seperti yang diinginkan PT GMTD.

“Tidak boleh dia semau-maunya dia serahkan apapun. CPI belum beroperasi sudah mau serahkan 3,3 hektar, sementara ini (GMTD) sudah 18 tahun tidak ada satupun dia serahkan,” ujar Danny usai melakukan pertemuan dengan Pihak GMTD, di ruang kerjanya, Selasa, 18 September 2018.

Danny secepatnya akan mengambil langkah hukum untuk mengatasi permasalahan ini, sebab menurutnya GMTD telah mempermainkan Pemerintah.

Menarik untuk Anda:

“Saya nanti akan adakan konfrensi pers. Saya akan datangkan pihak KPK, BPN untuk memeriksa berkas dan dokumen-dokumennya. Kita bawa ke ranah hukum saja. Kalau bukan besok yang intinya minggu ini, saya akan serahkan,” ungkap Danny.

Diketahui, total luas lahannya sekitar 8000 meter persegi merupakan milik negara, lebih dari 4800 meter persegi yang saat ini sudah menjadi jalan, dan sekitar 2500 lebih meter persegi yang sementara dipagari oleh pihak GMTD.

“Sebenarnya ini kalau GMTD mau menyerahkan tanah fasum fasos itu, GMTD yang bakal diuntungkan. Karena kita peruntukkan untuk pelebaran jalan agar jalan masuk ke Tanjung tidak macet lagi,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bahas Renewable Energy di Sulsel, Alumni Teknik Unhas Angkatan ’98 Gelar Webinar

Brimob Polda Sulsel Patroli Imbau Warga Tidak Berkerumun

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar