Danny Pomanto Resmi Laporkan Aktivis Faksi ke Polrestabes Makassar

Terkini.id, Makassar – Pengacara Wali Kota Makassar Moh Ramdan Pomanto, Beni Iskandar, resmi melaporkan Jenderal Lapangan (Jenlap) Forum Aktivis Anti Korupsi (Faksi), Akbar Muhammad ke Polrestabes Makassar, Senin 13 September 2021.

Akbar Muhammad dilaporkan atas dugaan pelanggaran UU ITE Tahun 2008. Ia disebut telah mencemarkan nama baik Moh Ramdan Pomanto alias Danny Pomanto dalam aksinya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) beberapa waktu yang lalu.

“Kuasa hukum dari pak Ramdan Pomanto bertindak atas nama beliau dan telah memasukkan nama ke Polrestabes terhadap saudara terlapor Akbar Muhammad sebagaimana tanda terima laporan yang saya pegang (Nomor: STBL/189/IX/2021/Polda Sulsel/Restabes Mksr),” kata Beni.

Baca Juga: Terungkap, Bripka RHL Cabuli Istri Tahanan di Hotel dan Peras...

Beni mengatakan, tuduhkan Akbar Muhammad yang mengaitkan kliennya dengan dugaan korupsi jasa produksi dan asuransi pensiun karyawan di Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Makassar tidak benar dan tidak mendasar.

“Dasarnya menyebut pak Danny Pomanto terlibat apa? Apakah sudah ada proses hukum yang dimulai dan apakah ada dua alat bukti yang cukup untuk menyatakan seseorang itu terbukti terlibat?,” sebut dia.

Baca Juga: Singgung Polisi Rezim Jokowi, Haris Azhar: Oposisi Melapor Kerjanya Lambat

Laporan ini kata Beni, merujuk pada aksi Rabu 8 September 2021 di depan Kejati Sulsel. Dimana ada rilis tertulis yang disebarkan Akbar Muhammad dengan rekannya, juga dalam bentuk berita di beberapa media online jadi bukti ia melapor.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang disebut-sebut Akbar Muhammad, ikut dipertanyakan Beni.

“Menurutnya (Akbar Muhammad) ada LHP BPK, mana LHPnya?. Kalau dia mendalilkan, maka dia itu harus membuktikan itu semua,” sebutnya.

Baca Juga: Singgung Polisi Rezim Jokowi, Haris Azhar: Oposisi Melapor Kerjanya Lambat

Kedatangan Beni dan rekannya ke Polrestabes Makassar di klaim sebagai utusan Moh Ramdan Pomanto yang merasa dirugikan namanya.

Dalam kasus ini juga Beni menyebut ada 13 orang pengacara Moh Ramdan Pomanto yang akan terlibat mengawal jalannya proses hukum.

“Dia (Moh Ramdan Pomanto) keberatan. Jangan ada berita bahwa beliau itu marah. Beliau keberatan karena sebagai warga negara Indonesia telah dicemarkan namanya. Jadi tidak ada kata-kata marah,” tegas Beni.

Terpisah, pihak Polrestabes Makassar masih enggan berkomentar banyak terkait kasus ini. 

“Setiap laporan pasti ada prosesnya, tidak langsung jadi sesuai yang diharapkan,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando.

Bagikan