Danny Sebut Makassar Sebagai Markas Mafia Tanah

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menyebut Kota Makassar sebagai salah satu markas mafia tanah. Danny beralasan hal tersebut berdasarkan hasil pengamatannya selama ini.

“Ini menjadi tantangan kita ke depan,” kata Danny Pomanto saat ditemui di Hotel Pour Points by Sheraton Makassar, Selasa, 9 April 2019.

Danny menuturkan selama ini Pemerintah Daerah bekerja sendiri dalam meningkatkan pendapatan daerah sehingga belum optimal.

Ia menyebut hal tersebut tak mudah lantaran masih minimnya penguatan dalam  mengoptimasi pendapatan daerah.

“Meningkatkan pendapatan daerah tidak mudah. Hadirnya KPK, Kepolisian adalah memberikan penguatan dalam meningkatkan hasil pendapatan daerah,” jelasnya.

Danny mencontohkan, pada saat dilantik pendapatan daerah Kota Makassar hanya berkisar Rp500 miliar. Namun, saat ini, telah mencapai sekira Rp1 triliun lebih. Selain itu, kata dia, pertumbuhan ekonomi saat ini tumbuh 8 persen.

Melalui kerjasama, Danny mengatakan harusnya mengalami meningkatkan pendapatan daerah hingga tiga triliun. Terlebih lagi, karena didukung sistem daring sehingga lebih transparan.

“Saya yakin Rp3 triliun dapat, kita ada rumusnya, ada hitung-hitungannya,” kata dia.

Harapan Wakil Ketua KPK

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, menjelaskan, tim Korsupgah hadir untuk membantu agar daerah memperoleh pendapatan semakin tinggi dan aset akan dibenahi.

Basaria menngingatkan bahwa kesepakatan hari ini, jangan hanya sekadar seremonial, berupa penandatanganan lalu dilupakan.

“Kalau ini terjadi maka langkah kedua yang harus dilakukan adalah upaya penindakan, tetapi selalu disepakati upaya pencegahan lebih baik daripada harus melakukan upaya represif,” terangnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

Dinas PU Makassar Usul Lomba Sanitasi Award

Terkini.id, Makassar - Pemerintah Kota Makassar tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) ihwal Pemberian Penghargaan kepada Masyarakat Kota Makassar tahun anggaran 2019.Hal itu disampaikan