Demi Bantu Warga Pulau, Polwan Rela Lewati Sungai Rawan Buaya

Para Polisi Wanita (Polwan) Polrestabes Makassar bersama Ibu-ibu Bhayangkari Polrestabes Makassar menyusuri sungai menuju Pulau Lakkang untuk memberikan bantuan bagi warga miskin di pulau tersebut.

Terkini.id, MAKASSAR – Sungai Tallo konon memiliki banyak buaya. Dulunya sungai ini pernah ditemukan seekor buaya dengan berukuran cukup besar oleh warga.

Warga di sekitar sungai Tallo meyakini bahwa buaya itu adalah titisan atau saudara kembar mereka yang menjelma menjadi seekor buaya.

Meski tergolong hewan yang berbahaya, warga seolah tidak takut mendekati buaya yang terkenal ganas tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh para Polisi Wanita (Polwan) Polrestabes Makassar bersama Ibu-ibu Bhayangkari Polrestabes Makassar.

Mereka mendatangi Pulau Lakkang. Pulau yang berada di tengah Kota Makassa di Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo.

“Iya memang di sini konon katanya ada buaya besar. Karena memang dulu menurut cerita warga ada buaya yang pernah ditemukan,” kata anggota Polwan Brida Kurnia Abbas yang ikut dalam rombongan.

Di sungai Tallo, kata Kurnia memang sudah berapa kali ada penampakan Buaya. Buaya biasanya muncul di Sungai Pampang anak Sungai Tallo. Di sungai itu berawal dari pembersihan kanal dari sampah termasuk tumbuhan enceng gondok pada 2017 lalu.

Selain itu di bawah jembatan Tallo Makassar. Warga di sana pernah digegerkan penemuan buaya yang menurut warga adalah titisan kembar manusia yang berwujud buaya.

Warga yang tinggal di bantaran Sungai Tallo juga pernah menggelar ritual adat melepas sesajen menyikapi seringnya buaya muncul.

“Iya memang betul itu ada buktinya. Di sini rawan buaya. Sudah berapa kali warga sering melihat penampakan buaya,” ungkap Kurnia kepada Makassar Terkini, Selasa 14 Agustus 2018.

Kemungkinan, selama ini buaya-buaya tersebut tersamarkan oleh sampah dan enceng gondok. Atau hutan bakau yang banyak di pinggir sungai Tallo.

Polwan ini menumpangi alat transportasi perahu tradisional yang disebut Pijara dan satu kapal kecil menyusuri sungai Tallo untuk membawa bantuan.

Polisi wanita (Polwan) bersama Ibu-ibu Bhayangkari Polrestabes Makassar mengunjungi warga miskin di Pulau Lakkang

Mereka berjumlah 20 orang dan turut bersama, mereka didampingi oleh Kapolsek Tallo Kompol Amrin AT bersama.

Mereka sekaligus melaksanakan bakti sosial dalam rangka menyambut hari jadi Polwan Indonesia ke-70 di Pulau Lakkang.

Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kabag Ren Polrestabes Makassar, AKBP Hj Suswati Mulking selaku yang paling senior di kepolisian wanita Polrestabes Makassar.

Polwan ini memberikan bantuan sumbangan buat warga di Pulau Lakkang

“Alhamdulillah kita diterima dengan baik oleh Tripika dan seluruh tokoh masyarakat di pulau Lakkang,” kata Suswati.

Setiba di pulau Lakkang tampak Polwan langsung menuju ke rumah warga yang tidak mampu dan melakukan pemberian bantuan berupa sembako dan sejumlah uang.

“Kami memberikan bantuan kepada warga yang memang betul-betul kurang mampu,” ucap Suswati.

Polwan juga menyempatkan diri untuk mengajar anak-anak mengaji, selain mengajar juga memberikan santunan berupa uang kepada anak-anak yang belajar mengaji.

“Ini merupakan wujud peduli dan dedikasi kami Polwan bagi masyarakat,” tuturnya.

Rencana bakti sosial oleh Polwan akan kembali dilakukan di tempat yang berbeda di kota Makassar.

“Rencana pada tanggal 15 dan 16 Agustus kita akan kembali melakukan bakti sosial di 11 Kecamatan di Makassar,” tutup Suswati.

Komentar

Rekomendasi

Mantan Anggota MPR RI Asal Sulsel Meninggal Dunia

Lakukan Rapid Test, Ridwan Kamil Kaget 300 Warganya Positif Corona

Berjuang Lawan Covid-19, Dokter Tirta Sempat Berstatus PDP Corona

Positif Corona, Remaja Ini Dijemput Petugas Medis Covid-19

Presenter ‘Uang Kaget’ Bantah Video Syur yang Beredar adalah Dirinya

Guru Besar FKM UI Ungkap 3 Sumber Penularan Virus Corona

Viral di Facebook, Video Pasangan Remaja Tidur Bareng Tanpa Busana

Anies Surati Pemerintah Pusat untuk Segera Lockdown Jakarta

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar