Demi Konten dan Gaya Hidup Mewah, Selebgram Ini Tipu Pemerintah

Selebgram
Selebgram Lauryn Goodman. (foto: Instagram/@lauryngoodman91)

Terkini.id – Selebriti Instagram atau yang dikenal dengan sebutan ‘Selebgram’ belakangan cukup beken di kalangan anak muda masa kini. Selebgram berasal dari berbagai latar belakang. Mereka bukan hanya selebriti yang sudah top terlebih dulu di layar kaca.

Selebgram bisa seorang pencinta fotografi, traveler, pencinta kopi, penggila makeup, pencinta hewan, model, atau sekadar penyuka humor. Mereka memiliki ribuan hingga jutaan followers.

Istilah selebgram ini ternyata tak hanya dikenal di Indonesia. Istilah ini juga beredar luas di seluruh masyarakat dunia. Salah satu Selebgram yang cukup kontroversial yakni Lauryn Goodman.

Selebgram cantik ini menjadi buah bibir netizen lantaran dirinya sering memamerkan gaya hidup mewah. di unggahan Instagramnya.

Namun sayangnya, Lauryn menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan semua kemewahan yang ia miliki.

Dilansir dari Mirror, 3 tahun yang lalu Lauryn pernah menipu pemerintah demi mendapat tunjangan kesejahteraan termasuk dana untuk tempat tinggal demi pamer hidup mewah.

Di negara asalnya, Inggris, pemerintah memang menanggung kesejahteraan warganya yang kurang mampu.

Jika melihat unggahan Instagramnya, tentu saja Lauryn tidak termasuk kualifikasi tidak mampu. Dia kerap pamer barang bermerek yang harganya jelas tidak murah.

Lauryn lolos dari hukuman penjara

Selebgram
Lauryn Goodman. (foto: Instagram/@lauryngoodman91)

Akun Instagram Lauryn, @lauryngoodman91, juga tak pernah sepi dari unggahan dirinya sedang liburan seolah-olah hidupnya memang bergelimang harta.

Benar saja, Lauryn dinyatakan bersalah atas semua perbuatan kriminalnya. Dia terbukti mendapatkan tunjangan ‘kesejahteraan’ hingga hampir 400 juta untuk bergaya hidup mewah.

Namun sayangnya, gadis cantik ini tidak pernah mendapat hukuman penjara karena hakim menganggap Lauryn ‘sudah cukup menyesal’ atas perbuatannya dan dirinya sudah cukup depresi karena hal ini.

Meski demikian, hukuman pidana percobaan tetap menghantuinya. Wanita yang selalu didampingi kakaknya selama proses hukum berlangsung ini cukup membayar denda Rp 12 juta saja sebagai ganti rugi atas perbuatan yang ia lakukan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini