Demi Percepatan Tanam, Mahasiswa Bantu Petani Olah Lahan

Mahasiswa Polbangtan Gowa Olah Lahan Menggunakan TR2

Gerakan Percepatan Tanam sendiri menurut Mentan SYL, merupakan upaya antisipasi terjadinya kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada seperti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas.

 

Menurutnya, sektor pertanian sangat bergantung pada cuaca, bencana alam, hama, dan manajemen ketahanan pangan. Karena itu, antisipasi ini harus segera dilakukan oleh semua lingkup Kementan demi meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

 

Ditengah Pandemi Covid-19 ini bukan menjadi alasan bagi petani di lahan Kelompok Tani Pandang Jawaya Bontomanai Desa Kanjilo, Kabupaten Gowa. Untuk berhenti bercocok tanam, para petani tetap bertahan dan optimis hasil panen mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sepanjang bencana ini. Karna pertanian tidak akan pernah terhenti dan mati ia akan terus maju.

Baca juga:

 

Syamsul Arsy, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa ikut berpartisipasi dalam kegiatan olah lahan di Kabupaten Gowa. Masa “learning from home” dimanfaatkan untuk mendampingi petani yang di integrasikan dengan kegiatan pendampingan. Rabu, (20/05).

 

Di Gowa, sistem pengolahan sawah sudah tampak modern dilihat dari pemanfaatan alsintan dalam seluruh kegiatan. Hal itu dibuktikan pada pembajakan sawah petani menggunakan “Hand Traktor” yang dapat menghemat waktu, mengurangi biaya produksi, hasil tanah lebih baik serta menghemat tenaga petani.

 

Pada proses membajak sawah beberapa hal harus diperhatikan karena ini dilakukan tidak hanya satu tahapan, melainkan ada beberapa tahapan. Yang pertama ialah pembalikan tanah yang dilakuakan dengan bajak singkal, ini dilakukan untuk menggemburkan tanah yang keras. Setelah proses pembalikan dilakukan masih banyak tanah yang menggumpal dan tidak rata sehingga dilakukan proses berikutnya yaitu penghancuran yang biasanya pada hand traktor  menggunakan seperti bajak putar, proses ini kadang dilakukan berkali-kali agar tanah lebih baik untuk ditanami. Dan proses berikutnya ialah pembersihan dengan alat yang bisa menarik rumput,” ungkap Syamsul.

 

Syamsul lebih lancet mengatakan, Proses membajak sawah yang kami lakukan dengan cara berputar dari luar ke dalam hingga semua bagian tanah terkena bagian dilewati oleh mesin traktor. Menurut Bapak Nurdin Dg cini membajak sawah bukanlah hal yang sulit, bahkan kita dapat bermain-main saat melakukannya, kita tidak harus terlalu tegang dalam melakukan hal ini, dan menurut saya itu benar membajak sawah bukanlah hal sulit, bahkan hampir semua hal dalam pertanian itu mudah apabila kita di bantu oleh alat mesin pertanian, ini akan membuat pertanian menjadi lebih mudah.

 

Pemanfaatan alsintan jenis tractor, combine dan transplanter bagi petani di Bontomanai juga sudah bukan hal asing lagi, tambah Nurdin Dg. Cini.

 

Di Kampus kami telah dibekali dengan keterampilan menggunakan tractor baik roda 4 maupun roda 2, kesempatan seperti ini kami manfaatkan untuk membiasakan diri agar nantinya dapat kami terapkan dilain kesempatan.

 

Dengan menggunakan mesin ini, petani akan diuntungkan karena pekerjaan selesai lebih efisien dan praktis dikarenakan mesin ini lebih bekerja dalam waktu yang cepat daripada menggunakan tenaga manusia,” pungkas Syamsul.

 

Kegiatan mahasiswa yang aktif dilapangan ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

 

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ)

Komentar

Rekomendasi

STIE Nobel Indonesia Bakal Gelar Serial Webinar Kewirausahaan

Mahasiswa dan Petani Panen Jagung di Gowa, Bukti Aktfitas Pertanian Tidak Berhenti, Stok Pangan Terjaga

Masa LFH dimanfaatkan Mahasiswa Polbangtan bersama Petani Laksanakan Kegiatan “Mangubbu Padi”

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Kegiatan Pendampingan Petani untuk Mengasah Keterampilan dan Keahlian Lapangan

Di Masa Pandemi, Mahasiswa Turut Andil Menjaga Ketersediaan Pangan. Masa LFH Aktif Bantu Petani

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar