Di depan Cawalkot Appi, Ustad Nur Maulana: saya tidak dibayar!

Ustad Nur Maulana (terkini.id/yusventus)

Terkini.id, Makassar – Ustad kondang asal Sulawesi Selatan, Nur Maulana, menolak disebut ustad yang minta bayaran, saat memberi ceramah takziyah di salah satu rumah warga di jalan Barukang Utara, Kecamatan Ujung Tanah, Sabtu malam 20 Januari 2018.

Saat mulai memberi ceramah, Bakal Calon Wali Kota, Munafri Arifuddin, atau akrab disapa Appi, hadir di tengah-tengah warga yang menyaksikan ceramah.

Appi ikut berbelasungkawa dengan menghadiri acara Takziyah di rumah keluarga H Bachtiar, salah satu tokoh masyarakat di Jalan Barukang Utara tersebut.

Saat Appi datang, terlihat Ustad Nur Maulana mempersilahkan Appi untuk memberi sambutan. “Sambutan ki,” ujar Nur Maulana, kepada Appi, yang duduk paling depan.

Ditanya soal itu, Appi menolak, dan mempersilahkan Nur Maulana melanjutkan ceramah. Appi mengatakan, Nur Maulana saja yang bicara, karena Nur Maulana yang dibayar. “Kita yang dibayar,” ujar Appi, kepada Nur Maulana.

Kontan, ustad pembawa program acara Islam Itu Indah Trans7 tersebut mengangkat tangan sebagai isyarat menolak.

“Mereka tidak membayar saya,” ujar Nur Maulana, dengan tersenyum, diiringi sorakan warga.

“Kapan orang bicara uang dengan saya, saya tinggalkan. Ingat ya, tidak pernah saya dibayar. Trans TV kapan bicara uang di depan, saya tinggalkanki. Tapi tau diriko…” ujar Nur Maulana.

Ustad Nur Maulana ceramah takziyah di salah satu rumah warga di jalan Barukang Utara, Kecamatan Ujung Tanah, Sabtu malam 20 Januari 2018. (istimewa)

Ceramah Ustad Nur Maulana itu menghibur, meskipun dia mengaku tidak bisa lama-lama. Di akhir kegiatan, Nur Maulana mendoakan Appi agar kelak bisa menjadi pemimpin Makassar.

Komentar

Rekomendasi

Frame Insight Indonesia Bakal Gelar Diskusi Strategi Branding Digital, Catat Tanggalnya

Jelang Imlek, Danramil Gelar Aksi Bersih-Bersih Vihara

Pengemudi Online Minta Kenaikan Tarif, DPRD Dorong Pemprov Terbitkan Pergub

Lewat Program Setara Digital, MDV Kembangkan Industri Kreatif di Kalangan Disabilitas

6 Startup MDV Wakili Makassar di Kompetisi Nasional Digital Valley

Hamzah Ahmad Ceritakan Pengalamannya Selama Menjabat Dirut PDAM Makassar, Dililit Utang Rp450 Miliar

Pilwali 2020, 2.297 Petugas Bawaslu Makassar Terjamin BPJamsostek

Gelar Rapat Koordinasi, Panitia HBH Ikatek Unhas Matangkan Persiapan EMU 2020

Sudah Diberlakukan 5 Tahun, Perda KTR Masih Butuh Sosialisasi, Ini Alasannya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar